Sponsors Link

Benarkah Masalah Gigi Bisa Menyebabkan Stroke?

Sponsors Link

Tahukah anda jika kesehatan gigi juga memiliki konsekuensi melebihi area mulut?. Merawat gigi tidak hanya bisa melindungi ciri gigi sehat dan mulut namun juga kesehatan secara menyeluruh dan hubungan yang paling mengejutkan adalah masalah gigi bisa menyebabkan stroke.

ads

Bagaimana Sakit Gigi Bisa Menyebabkan Stroke?

Ketika gusi meradang, maka akan ada jalan masuk kuman ke dalam tubuh. Bakteri yang membawa berbagai macam penyakit itu kemudian masuk ke dalam pembuluh darah dan menyebabkan penyumbatan. Penyumbatan pembuluh darah yang terjadi pada otak tersebut yang kemudian memicu terjadinya stroke dan juga bisa menyebabkan penyakit jantung tergantung dari letak penyumbatannya. Karena bakteri yang ada di dalam mulut dan gigi letaknya dekat dengan otak, maka sakit gigi memiliki risiko tinggi menyebabkan penyumbatan pemuluh darah di otak.

Jenis Masalah Gigi Penyebab Stroke

Studi penelitian yang dilakukan berbagai negara seperti Perancis, Jerman, India, Swedia dan Korea memperlihatkan jika berbagai tingkat penyakit periodontal atau penyakit gusi berhubungan dengan stroke termasuk juga masalah gigi bisa menyebabkan stroke.

Penyakit gusi ringan yang menyebabkan radang gusi disebut gingivitis. Sedangkan penyakit gusi lain yang lebih serius bisa menyebabkan kerusakan gusi yang disebut dengan periodontis. Periodontis kronis bisa menyebabkan kerusakan gigi yang akhirnya bisa menyebabkan kehilangan gigi. Ketiga jenis penyakit gusi tersebut juga dikaitkan dengan stroke yang bahkan untuk bentuk paling ringan yakni gingivitis.

Sebuah studi penelitian terbaru dari Swedia yang diikuti 1676 orang yang dipilih secara acak selama 26 tahun membuktikan jika peradangan gingiva jelas berhubungan dengan stroke. Studi lain juga menunjukkan jika seseorang yang memiliki penyakit gusi ringan, sedang atau berat dan juga kerusakan gigi semuanya ditemukan juga memiliki tingkat stroke lebih tinggi dibandingkan orang yang tidak memiliki penyakit periodontal atau hanya memiliki penyakit periodontal ringan.

Studi lainnya juga menemukan jika seseorang yang memiliki penyakit periodontal parah dan kehilangan gigi merupakan prediktor kuat untuk stroke dan bahkan bisa kehilangan gigi yang ditemukan sebagai prediktor silent stroke. Silent stroke merupakan stroke yang tidak diketahui karena stroke tersebut tidak menyebabkan cacat yang jelas terlihat. Namun seiring berjalannya waktu, maka penumpukan silent stroke bisa menyebabkan masalah yang melumpuhkan seperti demensia.

Jenis Stroke Akibat Masalah Gigi

Salah satu studi penelitian dari Jerman yang terbit pada jurnal Stroke melaporkan jika orang yang menderita penyakit gusi akan lebih rentan terhadap subtipe stroke yang disebabkan karena iskemia serebral yakni stroke iskemik. Stroke iskemik tersebut merupakan jenis stroke yang disebabkan karena gangguan aliran darah akibat pembekuan darah.

Masalah Gigi Berhubungan Dengan Stroke

Masalah gigi seperti periodontitis, gingivitis dan kehilangan gigi atau gigi tanggal di usia muda semuanya berhubungan dengan peradangan yang terkadang juga disertai dengan infeksi. Infeksi sudah terbukti bisa meningkatkan risiko stroke yang mungkin terjadi akibat respon imun inflamasi tubuh terhadap infeksi.

Terkadang, peradangan dan juga infeksi bisa membuat darah lebih mungkin membeku yang kemudian mengakibatkan stroke terjadi. Jika masalah gigi serius tetap tidak diobati dalam waktu yang lama, maka peradangan dan infeksi yang disebabkan oleh gigi dan tanda gusi tidak sehat bisa menyebabkan stroke iskemik.

Cara Melindungi Gigi Anda

Akan sangat bermanfaat jika anda memiliki kesehatan gigi yang baik. Bagi kebanyakan orang, perawatan gigi terlihat seperti memakan banyak waktu dan juga mahal. Pencegahan penyakit gusi dan kehilangan gigi yang paling bagus bisa didapat dengan menyikat gigi secara teratur, flossing gigi, menghindari merokok dan melakukan kunjungan rutin ke dokter gigi. Sesudah penyakit gusi terjadi, maka ini bisa diobati dan dikelola di mana seringkali pembersihan mendalam di dokter gigi sangat dianjurkan.

Selain itu, hindari juga mengkonsumsi makanan yang manis namun bukan berarti harus menghentikan konsumsi gula, akan tetapi lebih menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan membatasi asupan makanan dan minuman yang manis.

Sponsors Link
, , , ,
Oleh :
Kategori : Masalah Gigi