Sponsors Link

Cara Membersihkan Gigi dan Mulut pada Penderita Stroke

Sponsors Link

Dear sobat pembaca semua.. Jumpa lagi dengan penulis yang seperti biasanya memberikan wawasan berkualitas dan informasi terbaru mengenai kesehatan gigi dan mulut serta perawatan dan hal hal yang berhubungan dengannya. Banyak teknologi terbaru yang sobat harus tahu seperti gum contouring untuk mengatasi gummy smile.

ads

Tentunya sobat pembaca juga masih bersemangat untuk membaca dan mengupdate wawasan terbaru dari penulis ya sobat? dimana memiliki wawasan yang luas adalah salah satu hal penting yang bermanfaat besar untuk kegiatan harian kita. Misalnya ialah wawasan menegnai tipe behel gigi terbaru yaitu incognito braces.

Jika membahas mengenai kesehatan ggi dan mulut, tentunya sobat pembaca memahami bahwa setiap orang wajib untuk melakukannya, baik itu bayi, balita, anak anak, remaja, dewasa, tua, lansia, hingga yang sakit dan sehat, dimana bagi yang sehat akan menjauhkan dari penyakit dan bagi yang sakit akan mencegah dari bahaya atau penyakit yang lebih berat, hal itu bisa dilakukan dengan tipe prosedur kosmetik dalam kedokteran gigi.

Diantara orang yang sakit salah satunya adalah penderita stroke, yakni yang mnegalami kelumpuhan sebagian atau seluruh tubuh karena kerusakan syaraf, tentunya berapapun umur orang yang mengalami penyakit tersebut wajib untuk tetap dijaga kesehatan dan mulutnya ya sobat? Sebab ia pun membutuhkan kenyamanan dalam kegiatan hariannya termasuk kebersihan di gigi dan mulutnya. Dan perawatan gigi yang baik akan mencegah pengeroposan tulang rahang akibat perawatan gigi dan mulut yang salah pada penderita stroke.

Nah sobat, untuk penderita stroke tentunya wajib dibantu oleh orang terdekat atau oleh orang yang merawatnya, berikut penulis uraikan selengkapnya Cara Membersihkan Gigi dan Mulut pada Penderita Stroke.

1. Kegiatan Sikat Gigi

Jika bagi orang sehat sikat gigi dapat dilakukan dengan normal sebagaimana anjuran dokter gigi, untuk penderita stroke sikat gigi dilakukan dengan cara yang berbeda dengan teknik yang tepat, teratur, serta pemilihan pasta gigi yang sesuai yang harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter yang menangani untuk mencegah alergi akibat bahan perawatan gigi.

Sikat gigi pada penderita stroke tidak boleh dilakukan naik turun atau horisontal sebab beresiko menimbulkan abrasi gigi dan resesi gingival yang memudahkan terjadinya penyakit, bulu sikat gigi juga harus yang halus agar tidak melukai gusi, dan sikat gigi diganti sebulan sekali. Pilih pasta gigi yang mengandung fluoride untuk menurunkan angka karies.

Sikat gigi yang menjadi salah satu alternatif terbaik ialah sikat gigi elektrik atau sikat gigi listrik yang telah dimodifikasi efisien untuk menghilangkan biofin plak. Penggunaan sikat gigi manual juga diperbolehkan dengan bulu lembut khusus. Penderita stroke dapat membantu menyikat gigi dengan berdii di belakang pasien. Bibir pasien ditarik ke bawah dan menangkupkan dagunya saat sikat gigi dilakukan.

Ketika membantu pasien stroke yang mungkin hanya bisa berbaring, sikat gigi dapat dilakukan di tempat tidur, yakni tetap menggunakan pasta gigi dan gosok gigi pasien dengan perlahan, ekmudian bersihkan dengan air, jika pasien tidak mampu berkumur, bekas pasta gigi dapat diseka dengan kain kasa, seka hingga seluruh bagian mulut bersih.

Sponsors Link

2. Berkumur dengan Antiseptik

Yang paling mudah ialah menggunakan air hangat yang dicampur garam, berkumur diperlukan untuk mencegah penyakit. Berkumur saja memang tidak terbukti mencegah karies gigi, juga bukan pengganti menyikat gigi, namun berkumur sebagai penyempurna agar mulut pasien stroke terasa nyaman walaupun dlaam keadaan tubuh yang sakit. Usahakan agar obat kumur yang digunakan tidak mengandung alkohol agar mecegah mulut kering pada pasien, konsultasikan dengan dokter gigi mengenai obat kumur yang terbaik.

Jika pasien tidak mampu berkumur, maka dapat dibantu dengan memberishkan mulut pasien menggunakan kain yang bersih. Ketika tubuh terasa segar, tentunya akan memberi dampak baik untuk mempercepat kesembuhan daripada tubuh yang sepanjang hari terasa tidak nyaman karena kotor. Benar demikian ya sobat?

ads

3. Flossing

Dental floss atau benang gigi cukup baik untuk membersihkan plak di sela sela gigi, namun harus dilakukan dengan hati hati sebab dapat menimbulkan luka pada gusi, sebab itu pasien harus dibantu yakni setidaknya dua orang, orang pertama berdiir di belakang pasien, dan orang kedua membantu pasien membuka mulut dan melakukan flossing dengan hati hati.

4. Penggunaan Pembersih Lidah

Pembersih lidah tentunya mudah ditemukan, hal ini baik untuk dilakukan agar pasien stroke terhindar dari tumpukan bakteri yang tentunya dapat masuk ke dalam sistem pencernaan dan menimbulkan masalah kesehatan baru, sebab itu membersihkan lidah wajib pula untuk diterapkan pada pasien stroke setelah menyikat gigi dan setelahnya diakhir dengan berkumur sehingga mulut pasien stroke terasa segar dan bersih.

5. Jika Pasien Stroke Menggunakan Gigi Tiruan

Cara yang telah sobat jelaskan sebelumnya tentunya bagi pasien yang masih memiliki gigi ya sobat sehingga masih bisa dirawat dan dibersihkan, sedangkan bagi pasien stroke yang mungkin sudah kehilangan sebagian besar giginya, gigi yang tersisa dapat tetap dibersihkan, sedangkan jika menggunakan gigi tiruan maka dilakukan pembersihan dengan cara seperti berikut.

  • Gigi tiruan dibersihkan minimal 2 kali sehari untuk menghilangkan plak dan sisa makanan yang menempel.
  • Gigi tiruan diberishkan dengan ar setiap kali selesai makan.
  • Pembersihan gigi tiruan jauh lebih baik menggunakan air dingin dan sabun khusus sesuai rekomendasi dokter gigi.
  • Periksa gigi tiruan secara rutin mulai dari keretakan atau ujung yang tajam, jika hal tersebut terjadi, segera konsultasikan pada dokter gigi.
  • Pada malam hari ketika istriahat, gigi tiruan dapat dilepas dan direndam dalam cairan pembersih.

Nah sobat, sekarang sobat sudah memahami cara terbaik untuk tetap menjaga kesehatan gigi dan mulut pasien stroke, tindakan pada tiap pasien memang berbeda sesuai dengan kondisinya, misalnya pada pasien yang setengah badan bagian atasnya tidak lumpuh atau hanya lumpuh di bagian bawah, mungkin masih bisa melakukan sikat gigi mandiri namun tetap dengan pendampingan.

Sedangkan mislanya pada pasien stroke yang lumpuh total atau lumpuh sebagian badan, misalnya kiri atau kanan, umumnya bagian mulut juga demikian sehingga ketika sikat gigi harus dengan bantuan. Yang terpenting adalah tetap menjaga kebersihan pada pasien stroke ya sobat, tentunya pasien stroke berhak mendapat rasa nyaman, baik itu pada tubuh maupun pada area gigi dan mulutnya.

Demikian yang dapat penulis sampaikan, semoga menjadi wawasan berkualitas untuk sobat pembaca semua dan menjadi panduan untuk menentukan perawatan terbaik bagi gigi sobat sesuai kebutuhan. Terima kasih. Salam.

Sponsors Link
, , , , ,
Oleh :
Kategori : Tips