Sponsors Link

Cara Mencegah Malokusi pada Gigi Sejak Kecil

Sponsors Link

Selain perannya yang sangat penting untuk mengolah makanan yang kita masukkan kedalam mulut, gigi ini juga memiliki pernan penting lainnya dalam tubuh anda loh sobat. Sebut saja gigi ini adalah piranti yang berperan penting dalam membentuk mimik wajah anda sehingga bermasalah ketika memiliki gummy smile, memberikan senyuman yang indah dan berbagai fungsi yang lainnya.

ads

Hal ini bisa dibuktikan ya sobat, pada saat anda memnggunakan behel atau kawat gigi yang artinya ada penambahan komponen pada gigi anda atau menggunakan tipe prosedur kosmetik dalam kedokteran gigi, namun akan berpengaruh untuk mengubah mimik wajah anda. Memang tidak signifikan ya sobat tetapi tetap saja pengaruhnya.

Selain itu sobat, seperti yang sudah  kita ketahui bersama, bentuk gigi dan juga susunan serta warna gigi anda. Gigi seperti ini tentunya memberikan peran penting untuk membentuk senyuman yang indah pada wajah anda misalnya dengan cara incognito braces. Susunan gigi yang rapih, putih dan bersih juga akan menambah rasa percaya diri anda pada saat berbicara denagn lawan bicara anda. Setuju ya sobat.

Oleh karena pernanan gigi yang penting tersebut sobat, maka tidak jarang orang tua yang melakukan berbagai cara atau perawatan agar gigi anaknya kelak tumbuh  dengan rapih sebagaimana seharunsya misalnya dengan gum contouring. Namun yang sering menjadi kendala adalah meski demikian tetap saja terkadang ada gigi yang tumbuh secaar maloklusi.

Apakah sobat semua sudah pernah mendengar atau melihat maloklusi gigi tersebut sobat? gigi sehat mencegah maloklusi dan pengeroposan tulang rahang akibat perawatan gigi dan mulut yang salah.  Nah jika belum, ada baiknya sobat semua menyimak ulasan berikut ini , karena pada artikel kali ini penulis akan menjelaskannya secara detail untuk anda. Untuk ulasan selengkapnya, yuk sobat langsung saja kiat simak ulasna dibawah ini. Cekidot !

Adapun yang dimaksud dengan maloklusi gigi adalah sebah kondisi dimana keberadaan gigi saking bergersekan, saling tumpah tindih atau bisa juga dalam keadaan bengkon, sehingga ketika seseorang tersebut berbicara atau tersenyum bentuk gigi –  gigi tersebut akan kelihatan yang tidak jarang bisa mengurangi rasa percaya diri seseorang tersebut, sedangkan jika terdapat infeksi menyebabkan stroke hingga membutuhkan cara membersihkan gigi dan mulut pada penderita stroke.

Ada begitu banyak yang menjadi penyebab dari maloklusi pada gigi tersebut, antara lain adalah sebagi berikut : Pada umumnya, maloklusi pada gigo adalah sebuah kondisi yang diwariskan. Jika demikian maloklusi ini bisa saja diwariskan atau diturunkan dari satu generasi ke generasi selnajutnya.  Namun disamping itu, ada beberapa penyebab lainnya, yakni :

  • Celah bibir dan langit –  langit mulut yang tidak seperti normalnya
  • Sering menggunakan dot setelah berusia 3 tahun
  • Penggunaan botol susu yang berkepanjangan pada anak usia dini
  • Kebiasaan menghisap jempol pada anak usia dini
  • Cedera yang menyebabkan rahang menjaadi tidak sejajar
  • Gigi yang bentuknya abnormal atau tertekan
  • Perawatan gigi yang buruk, sehingga harus melakukan penambalan gigi, kawat gigi yang posisinya tidak pas sehingga mengakibatkan maloklsi pada gigi.
Sponsors Link

Itulah beberapa penyebab dari maloklusi pada gig sobat. Jika sudah mengerti penyebabnya, maka anda sebagai orang tua hendaknya sejak dini sudah memperhatikan kondidi gigi anak anda ya sobat agar bisa terhindar dari maloklusi pada gigi tersebut.

Setelah mengetahui penyebab dari maloklusi pada gigi tersebut sobat, maka kita juga harus mengetahui bagaimana cara mencegah malokusi pada gigi sejak kecil. Kenapa sejak kecil karena pada umumnya pertumbuhan gigi tersebut berlansgung pada usia sejak dini yang walaupun nanit berdampak apda usia dewasanya apabila mangalami maloklusi tersebut.

Berikut ini cara mencegah malokusi pada gigi sejak kecil tersebut sobat. Langsung saja kita simak bersama.

ads

1. Hindari Kebiasaan Anak Menghisap Jempol

Cara mencegahnya yang pertama adalah dengan menghindari kebiasan anak menghiap jempol. Memang kebiasaan ini adalh kebiasaan anak yang sudak dilakuaknnya sejak masih dalma kandungan, sehingga ketika sudah lahir pun ia tetap saha melakukan kebiasan tersebut.

Namun anda sebagai ornag tua harus menhghindari hal ini sobat karena kebiasaan ini berpotensi mengakibatkan maloklusi pada bagian gigi nanitnya, dimana jari dari anak anda yang berada di gusi bisa menakn gusi tersebut yang seyogianya merupakan temapt tumbuhnya gigi, sehingga dengann adanya tekanan dari jari anak tersebut ke bagian gusinya, akan berpotensi membut susunan giginya berubah yang mengakibatkan timbulnya maloklusi gigi ketika giginya sudah tumbuh.

2. Diatas 2 Tahun Jangan Pake Dot

Cara mencegahnya yang kedua adalah denagn menghindari anak anda minum susu mengguankan dot diatas 2 tahun. Pada saat anak anda sudah berusia 3 tahun, maka sbeainya berhentilah menggunakan dot pada saat minum susu. Hal ini juga berpotensi membuat gusi anak anda menjadi tidak normal nantinya yang pastinya berpotensi membut giginya mengalamai maloklusi apabila sudah tumbuh.

Hal seperti ini tidak jauh berbeda dari kebisaan mengemut jari, dimana aka nada tekanan dari dot tersebut sehingga gusi tempat gigi tumbuh tersebut akan bergesekan dan bahkan bisa tumpang tindih alias maloklusi. Untuk itu, pakailah dot disaat anak anda berusia sebelum 3 tahun.

3. Kunjungi Dokter Gigi

Cara mencegahnya yang ketiga adalah dengan rutin mengunjungi dokter gigi. Apabila anda sudah melakukan hal diatas, maka untuk memastikan pertumbuhan gigi anak anda nantinya rapih dan sesuai dengan yang seharusnya, ada baiknya sobat semua harus rutin mengunjungi dokter gigi.

Hal ini anda lakukan agar dokter gigi bisa memantau pertumbuahn dan perkembangan gigi anak anda sobat, sehingga jika terdapat masalah atau abnormal pada gusi atau gigi anak anda, dokter sudah bisa melakukan tindakan sejak dini, sehingga maloklusi pada gigi tersebut bisa dihindari dari anak anda.

 4. Konsumsi Makanan Sehat

Cara mencegahnya yang keempat adalah dengan mengonsumi makanan sehat. Adapun maloklusi gigi tersebut bisa saja diakibatkan oleh kurangnya asupan makanan yang baik dan sehat pada anak anda. Hal ini juga tentunya berpengaruh terhadap timbulanya maloklusi pada gig tersebut, oleh karena itu perhatikan asupan gizi pada anak anda. Selain itu, berikanlah makanan yang bertekstur lembut agar tidak kebentur pada gusinya yang masih lembek tersebut.

Demikianlah ulasan singkat mengenai maloklusi pada gigi yang bisa penulis sajikan untuk anda. Semoga ulasan ini bermanfaat buat anda dan  bisa menjadi refrensi. Salam

Sponsors Link
, , , , ,
Oleh :
Kategori : Masalah Gigi
Doctors Talk

Jangan pasang kawat gigi dulu, sebelum menyimak penjelasan Dokter gigi berikut ini