Sponsors Link

3 Pengaruh Antibiotik Pada Gigi yang Wajib Diketahui

Sponsors Link

Penggunaan antibiotik atau manfaat dan efek samping penggunaan antibiotik terhadap gigi memang wajar terjadi. Dimana obat ini memberikan fungsi untuk melawan bakteri dan mikroorganisme yang bersarang di dalam tubuh. Biasanya antibiotik akan diberikan untuk menjaga kekebalan tubuh seseorang atau diresepkan sesuai anjuran dokter. Selain memberi fungsi bagi tubuh. Nampaknya penggunaan antibiotik secara berlebih justru menimbulkan efek samping di bagian tubuh lainnya, misalnya saja di bagian gigi.

ads

Mungkin banyak yang belum tahu mengenai hal ini. Dimana penggunaan antibiotok memang bisa memberikan pengaruh pada gigi. Bahkan berdasarkan sebuah penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya, penggunaan antibiotik dalam dosis minimal pun ternyata masih tetap memberikan pengaruh pada gigi.

Hal tersebut dibuktikan dengan hasil serupa. Dimana seseorang yang sering menggunakan antibiotik sebagai obat kekebalan tubuh akan memiliki lapisan gigi yang nampak lebih kuning atau bahkan bisa berwarna keabu-abuan dibandingkan dengan orang yang tidak menggunakan antibiotik. Selain itu, terdapat pula pengaruh antibiotik pada gigi yang membuat tampilan gigi tidak seperti gigi normal pada umumnya.

Pengaruh Antibiotik Pada Gigi

Sebagai salah satu obat yang sering digunakan untuk menjaga kekebalan tubuh. Penggunaan antibiotik memang harus diperhatikan. Terutama bagi anda yang masih dalam masa kehamilan. Dimana jika penggunaan antibiotik terlalu banyak dilakukan. Maka bukan tidak mungkin jika pertumbuhan gigi anak akan terganggu.

Gangguan gigi disini bukan masalah tentang gigi yang rusak ataupun gigi yang tumbuh secara ubnormal. Selain menjadi penyebab diskolorasi pada gigi anak atau yang lebih dikenal dengan perubahan warna pada gigi. Jika gigi normal pada umumnya berwarna putih cemerlang. Maka untuk anda yang sering menggunakan antibiotik sebagai obat kekebalan tubuh. Maka gigi akan lebih cepat berwarna kuning atau bahkan menuju ke arah kehitaman atau keabu-abuan. Selain itu, anda pun juga harus tahu penyebab gigi cepat kuning.

Selain dapat mempengaruhi pertumbuhan gigi pada janin di masa kehamilan. Penggunaan antibiotik juga harus diperhatikan bagi anak-anak yang masih dalam tahap pertumbuhan gigi permanen. Biasanya antibiotik akan lebih sering diberikan guna menjaga kesehatan tubuh anak dan terhindar dari segala bentuk penyakit yang diakibatkan oleh terbentuknya bakteri atau mikroorganisme di dalam tubuh.

Berikut adalah pengaruh antibiotik pada gigi yang harus anda ketahui sehingga bisa mengontrol penggunaan antibiotik dalam dosis yang lebih menimal:

  1. Diskolorasi (Perubahan Warna Pada Gigi)

Di balik manfaatnya bagi tubuh, penggunaan antibiotik diduga memberikan efek samping di bagian lapisan gigi terluar. Efek samping antibiotik di bagian jaringan terkeras ini adalah terjadinya diskolorasi. Diskolorasi adalah perubahan warna yang terjadi pada gigi dari transparansi gigi yang berwarna putih cemerlang akan berubah dengan sendirinya menjadi lebih kuning, kehitaman atau bahkan keabu-abuan.

Sponsors Link

Jika selama ini anda sering menemui seseorang yang memiliki gigi berwarna lebih kuning, kehitaman atau bahkan keabu-abuan. Bisa jadi hal tersebut dikarenakan oleh penggunaan antibiotik jenis Tetrasiklin. Tetrasiklin sendiri merupakan jenis antibiotik yang dirancang guna melawan infeksi bakteri dan mikroorganisme di dalam tubuh, misalnya saja seperti infeksi saluran pernafasan, infeksi saluran kandung kemih, gonore dan lain sebagainya. Namun di balik manfaatnya yang besar ternyata terdapat pengaruh Tetrasiklin pada gigi.

Biasanya antibiotik ini sering digunakan pada anak usia di bawah 7 – 8 tahun atau pada ibu hamil. Dimana dalam keadaan ini benih gigi permanen yang mengalami masa pertumbuhan akan terpengaruh dari kinerja obat antibiotik yang digunakan. Hasilnya warna gigi akan terlihat lebih redup dibandingkan gigi normal pada umumnya.

  1. Gigi Menjadi Kuning, Hitam atau Keabu-Abuan

Selain bisa mempengaruhi pertumbuhan gigi di usia 7 -8 tahun dan pada ibu hamil. Penggunaan antibiotik juga dapat berpngaruh di usia dewasa. Dimana seseorang yang sering mengkonsumsi atau menggunakan obat antibiotik dalam menjaga sistem imunnya. Justru akan memiliki warna gigi yang lebih redup atau bahkan mengarah ke warna kuning, kehitaman atau bahkan keabu-abuan.

Meskipun bukanlah masalah yang besar, namun bagi sebagian orang memiliki gigi yang berwarna kuning, hingga kelainan gigi berwarna coklat menjadi satu persoalan tersendiri. Dimana selain rasa percaya diri yang kurang, tentu penampilan gigi pun akan terlihat lebih redup dan tak bersinar seperti gigi-gigi pada umumnya. 

Sponsors Link

  1. Fluorosis atau Rusaknya Lapisan Gigi

Meskipun sangat jarang ditemui, namun pengaruh antibiotik pada gigi yang satu ini juga bisa terjadi. Dimana dalam penggunaan antibiotik, selain dapat mempengaruhi warna pada gigi. Gigi pun juga mengalami beberapa masalah lain, seperti lapisan gigi yang terus mengalami penipisan sehingga gigi akan lebih cepat rusak.

Biasanya jika lapisan gigi sudah cenderung mengalami kerusakan. Maka sejumlah masalah seperti karies gigi, gigi berlubang pada anak 2 tahun, penyebab gigi keropos pada usia muda atau yang lainnya pun bisa lebih cepat terjadi. Bahkan penggunaan antibiotik sejenis Amoxicillin pada anak usia 3 – 6 bulan kemungkinan besar akan dua kali lebih besar untuk mengalami fluorosis atau kerusakan di bagian lapisan gigi terluar.

Meskipun memiliki fungsi yang cukup bagi kesehatan tubuh, namun penggunaan antibiotik ternyata memberikan pengaruh pada bagian gigi penggunanya. Itulah pengaruh antibiotik pada gigi yang harus anda waspadai.

Sponsors Link
, ,
Oleh :
Kategori : Masalah Gigi