Sponsors Link

7 Pengaruh Diabetes Pada Gigi yang Wajib Diketahui

Sponsors Link

Diabetes merupakan penyakit yang terjadi akibat tingginya gula darah di dalam tubuh. Penyakit ini masuk dalam daftar degeneratif yang paling sering dialami oleh kelompok dewasa saat ini. Bahkan, menurut data yang dihasilkan oleh WHO, penderita diabetes mengalami peningkatan sekitar 1,5 juta jiwa setiap tahunnya.

ads

Sebagai salah satu penyakit kronis, banyak faktor yang menyebabkan seseorang terkena diabetes, misalnya saja seperti faktor keturunan, pola hidup yang kurang sehat, hingga pemilihan makanan yang tidak sehat. Saat seseorang didiagnosis menderita diabetes, organ tubuh lain pun juga akan mengalami dampak penurunan kesehatan. Misalnya saja seperti jantung, ginjal, saraf, hingga masalah pada organ mulut.

Lantas apa yang menyebabkan penyakit diabetes berpengaruh pada organ mulut? Saat kadar gula darah terlalu tinggi tentu akan menyebabkan berbagai masalah, misalnya saja seperti infeksi pada mulut, rasa nyeri bahkan sakit, dan lain sebagainya. Berikut pengaruh diabetes pada gigi yang dapat anda ketahui:

  1. Radang Gusi (Gingivitis)

Salah satu pengaruh penyakit diabetes pada gigi atau hubungan gigi dengan diabetes adalah terjadinya radang gusi atau yang lebih dikenal dengan Gingivitis. Gingivitis sendiri merupakan kondisi dimana gusi mengalami peradangan yang menyebabkan gusi menjadi bengkak, kemerahan dan mengalami pendarahan. Biasanya masalah seperti ini sangat sering dialami para penderita diabetes. Dimana ketika kadar gula dalam darah naik. Maka area gusi pun menjadi lebih sensitif dan menyebabkan terjadinya peradangan.

Untuk menangani kasus seperti ini, biasanya anda dianjurkan untuk lebih sering menyikat gigi atau cukup berkumur dengan air bersih saja. Hal tersebut dapat mengurangi efek peradangan pada gusi. Namun jika Gingivitis kronis semakin parah dan bahkan melukai area gusi lainnya. Maka sebaiknya segera ambil tindakan untuk mengkonsultasikannya pada dokter spesialis gigi anda.

  1. Radang di Jaringan Pendukung Gigi (Periodontitis)

Selain mengakibatkan radang di area sekitar gusi, penyakit diabetes juga dapat mempengaruhi jaringan pendukung gigi lainnya. Di beberapa kasus yang terjadi pada penderita diabetes, mereka akan mengalami peradangan di area sekitar gusi terlebih dahulu. Jika masalah tersebut tak kunjung diatasi. Biasanya peradangan akan menjalar ke bagian jaringan pendukung gigi.

Akibatnya, selain area sekitar gusi mengalami pembengkakan, kemerahan, dan pendarahan. Kasus yang paling parah terjadi adalah gigi akan copot dengan sendirinya. Bahkan untuk menuntaskan masalah seperti ini, penderita dianjurkan untuk melakukan operasi bedah mulut.

  1. Mulut Terasa Kering (Xerostomia)

Masalah berikutnya yang sering terjadi pada penderita diabetes adalah Xerostomia (mulut kering) atau kondisi dimana mulut terasa cepat mengering akibat produksi air liur yang tidak bisa optimal. Masalah seperti ini sangat rentan terjadinya penumpukan plak pada gigi dan bahkan bisa menyebabkan infeksi pada gusi.

Biasanya penderita diabetes akan mengalami mulut yang terasa kering, bibir pecah-pecah, terasa nyeri saat digunakan untuk makan, atau bahkan bisa kesulitasn untuk mengunyah makanan tertentu. Untuk mengatasi masalah seperti ini, penderita bisa mengkonsumsi permen mint yang tidak mengandung gula. Tujuannya agar mulut terasa lebih segar dan produksi air liur menjadi lebih aktif kembali. Selain itu, penderita juga bisa memperbanyak minum air putih, berkumur lebih sering dan menghindari minuman yang mengandung kafein dan sejenisnya.

Sponsors Link

  1. Peradangan Mulut Akibat Jamur (Candidiasis)

Candidiasis mulut merupakan kondisi dimana mulut mengalami peradangan yang diakibatkan oleh pertumbuhan jamur yang sangat cepat. Masalah seperti ini dapat menimbulkan gejala seperti lidah dan gigi yang terasa nyeri, gusi mengalami pembengkakan dan kemerahan, lidah berwarna kemerahan atau bahkan berwarna putih dan lain sebagainya. Biasanya untuk mengatasi masalah seperti ini, pihak dokter akan memberikan obat pembunuh jamur agar tidak berkembang lagi.

  1. Mulut Terasa Panas Terbakar (Oral Burning)

Saat gula dalam darah meningkat, biasanya penderita diabetes akan mengalami beberapa gejala, seperti bagian mulut yang terasa panas seperti akan terbakar. Kondisi seperti ini tentu bisa menimbulkan gejala lain pada kesehatan mulut dan gigi, misalnya saja seperti gigi mudah copot atau tanggal, lidah terasa sakit ketika digunakan untuk mengunyah makanan, makanan terasa lebih hambar dan tidak enak, penyebab gigi cepat berlubang, dan bahkan menjadi penyebab bau mulut.

Sponsors Link

  1. Terasa Sakit Saat Digunakan Untuk Makan

Pengaruh diabetes pada gigi berikutnya adalah area mulut yang terasa sakit saat digunakan untuk mengunyah makan. Biasanya kondisi seperti ini sangat sering dialami bagi penderita diabetes. Selain dikarenakan faktor gula darah yang meningkat, biasanya masalah seperti ini ditimbulkan akibat pengkonsumsian obat diabetes yang memiliki dosis yang cukup tinggi.

  1. Gigi Mudah Lepas/Tanggal

Selain beberapa masalah di atas, pengaruh diabetas berikutnya adalah bisa menyebabkan gigi mudah lepas atau tanggal sebelum waktunya. Bahkan sering kita temui para penderita diabetes yang menderita gigi ompong akibat pengaruh kadar gula yang naik dan berakibat pada kesehatan gigi meraka.

Dari beberapa pengaruh diabetes pada gigi di atas, yang paling penting adalah anda harus menjaga kondisi kesehatan mulut dan gigi agar tetap sehat. Jika satu dari masalah di atas terjadi pada kesehatan organ mulut anda. Maka sebaiknya segera ambil tindakan untuk mengkonsultasikan pada dokter gigi agar masalah tidak menimbulkan efek yang lebih parah.

Sponsors Link
, , ,
Oleh :
Kategori : Masalah Gigi