Sponsors Link

Pengaruh Keturunan pada Gigi yang Mudah Ompong

Sponsors Link

Dear sobat pembaca semua.. semoga selalu dalam keadaan nyaman dengan gigi dan mulut yang sehat ya sobat, sehingga sobat bisa melakukan segala aktifitas harian seperti makan, minum, dan berbicara dengan lancar tanpa gangguan seperti gangguan gummy smile serta memiliki senyum yang jauh lebih indah karena terpancar dari keindahan gigi yang putih dan bersih.

ads

Membahas mengenai kesehatan gigi, tentu tak lepas dari segala permasalahannya, salah satu permasalahan yang umum adalah adanya gigi ompong dimana untuk mengatasinya ada teknologi magnet pada gigi palsu untuk semua umur, baik itu karena usia yang masih rawan atau anak anak, pada usia dewasa karena trauma atau tidak menjaga kesehatan gigi dengan maksimal, atau pada orang tua yang memiliki gigi lebih rapuh.

Terkadang gigi ompong tidak hanya terjadi karena pengaruh rutinitas kesehatan harian atau karena masalah, ada juga yang menyatakan bahwa seseorang yang memiliki gigi mudah ompong karena kekurangan vitamin dan melewatkan pengaruh positif sinar matahari pagi bagi gigi, dan bisa terjadi karena keturunan, sebagaimaa penyakit lain yang juga ada potensi untuk didapat dari keturunan. Benarkah hal demikian bisa terjadi sobat?

Nah sobat, untuk mengetahui dan memahaminya lebih detail, kali ini penulis akan mengulasnya lengkap, tentunya berdasarkan sumber terpercaya dari dokter gigi ahli dan referensi referensi sumber ilmu gigi terpercaya sebagaimana tipe prosedur kosmetik dalam kedokteran gigi. Yuk sobat simak ulasan selengkapnya agar wawasan sobat bertambah luas, Pengaruh Keturunan pada Gigi yang Mudah Ompong.

Sebelumnya simak cerita mengenai sakit gigi berikut ya sobat, Seorang ibu pernah bertanya pada dokter gigi seperti demikian “Dok, saya seorang ibu yang memiliki 3 orang anak dan saat ini mengalami kerusakan gigi yang parah dan ompong padahal sudah melakukan perawatan gigi dengan benar dan menjaga kebersihan, apakah kerusakan tersebut bisa menurun kepada anak anak saya nantinya? Mengingat ayah saya juga mengalaminya dan kondisi tersebut menurun kepada saya”.

Nah sobat, ternyata dalam kenyataan sehari hari memang ada penurunan kondisi gigi karena keturunan, misalnya adalah mengenai warna dasar gigi dan bentuk gigi yang secara otomtis mengikuti bentuk wajah dimana bentuk wajah didapat dari ibu dan ayahnya, namun tidak semua dapat menurun, ada beberapa kondisi yang menghubungkannya yakni beberapa kemungkinan sebagai berikut.

1. Penyakit Gigi yang Menurun pada Anak

Nah sobat, kemungkinan pertama yang dideteksi oleh dokter gigi setelah menerima pertanyaan tersebut ialah mengenai kondisi ibu yang mengasuh anak tersebut dalam satu tahun terakhir, jika ibu tersebut memiliki maslaah misalnya gigi berlubang yang menandakan adanya bakteri aktif dalam gigi dan rongga mulut, tentunya dengan mudah akan menurun pada anaknya.

Misalnya ialah ketika menyuapi makanan dengan sendok, dimana seringkali ibu juga ikut memakan makanan tersebut dari mulutnya sendiri dan ke mulut anaknya sehingga bakteri dapat dengan mudah pindah dari mulut ibu ke mulut anak sehingga anak pun beresiko tinggi memiliki gigi berlubang dan meningkat. Kemungkinan hal itu pula yang dulunya terjadi antara ia dengan ayahnya.

Sponsors Link

2. Kurang Pengetahuan Mengenai Kesehatan Gigi

Yang kedua ialah ibu tersebut memiliki pengetahuan kurang mengenai kesehatan gigi seperti tidak update mengenai teknologi pasta gigi dari cangkang kerang terbaru sehingga frekuensi, cara, pasta gigi yang baik untuk anak, dan waktu menyikat atau membersihkan gigi anak tidak dilakukan dengan tepat dan anak tidak mendapatkan ajaran mengenai hal tersebut dengan benar.

3. Tidak Rutin Kontrol Dokter Gigi

Tentunya kebiasaan masyarakat kita adalah jarangnya ke dokter gigi ya sobat, sebagian besar terbiasa ke dokter gigi hanya ketika ada penyakit saja, sehingga bagi mereka kesehatan gigi dan mulut bukanlah prioritas yang utama, ketika terjadi suatu penyakit pun tak bisa dicegah secara langsung atau secara dini sehingga mudah untuk menimbulkan kemungkinan masalah gigi seperti gigi berlubang dan ompong yang dialami ibu tersebut.

ads

Jika ibu tersebut dalam keseharian tidak rutin membawa anaknya kontrol ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali, tentunya memang begitu banyak kemungkinan adanya penyakit yang menyerang seperti resiko ompong yang diamali ibunya, sebab memang sejak kecil tidak mendapatkan perawatan gigi yang maksimal sesuai anjuran dokter gigi.

4. Faktor Genetik

Salah satu kondisi gigi dan mulut yang menurun pada anak misalnya ialah kondisi air liur, jika ibu memiliki kondisi air liur tertentu yang tidak normal misalnya pada jumlah bakteri baik dan bakteri jahat di dalamnya, tentu hal itu akan menurun pada anak dan mempengaruhi terjadinya beragam masalah gigi pada anak karena kondisi air liur yang tidak normal tersebut.

Dimana sobat tentu juga mengetahui bahwa salah satu penyebab gigi berlubang dan ompong adlaah kurangnya produksi air liur atau aliran air liur yang tidak sesuai dengan kondisi seharusnya sehingga menimbulkan ketidakseimbangan jumlah bakteri dalam mulut dan mengakibatka mudahnya terkena beragam penyakit gigi dan mulut.

Nah sobat, dari beragam deteksi yang diungkapkan dokter gigi tersebut, terdapat kesimpulan bahwa kesehatan gigi anak memang dapat diturunkan dari faktor genetik, namun, kebiasaan dan pengetahuan mengenai kesehatan gigi dapat mengurangi resiko dan memperbaiki kondisi atau mencegah beragam penyakit yang sebelumnya ada pada orang tua.

Misalnya ialah ibu yang memiliki gigi berlubang, tentu ia tidak boleh makan atau minum yang sama dari wadah yang diberikan untuk anak sehingga tidak ada perpidahan bakteri, serta mencegah maslaah pada gigi anak dengan cara rutin kontrol ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali sehingga anak terhindar dari masalah gigi seperti yang dialami oleh orang tuanya.

Orang tua juga harus memiliki pengetahuan luas mengenai kesehatan gigi diantaranya mencegah kerusakan gigi anak yang dikarenakan hal berikut.

  • Camilan yang tidak sehat atau terlalu manis.
  • Gangguan produksi air liur akibat penyakit seperti asma, kanker, dsb.
  • Penggunaan botol susu yang kurang bersih.
  • Terdapat plak atau bintik gigi yang tidak dikonsultasikan ke dokter.
  • Anak memiliki masalah pada perkembangan fisik atau mentalnya.
  • Anak memiliki kebiasaan menghisap botol susu hingga ia tertidur.

Demikian yang penulis bisa sampaikan kepada sobat pembaca semua, semoga menjadi wawasan yang bermanfaat dan menjadi motivasi untuk memberi kesehatan dan perawatan gigi maksimal untuk semua umur baik anak anak, dewasa, maupun orang tua. Akhir kaat penulis sampaikan Terima kasih. Salam.

Sponsors Link
, , , , ,
Oleh :
Kategori : Masalah Gigi
Doctors Talk

Jangan pasang kawat gigi dulu, sebelum menyimak penjelasan Dokter gigi berikut ini