Penyakit Mulut pada Anak – Penyebab dan Cara Mengatasi

Adanya sakit atau keluhan lain dibagian mulut memang sangat membuat tidak nyaman. Orang dewasa yang menderita ini akan sangat terganggu, apalagi anak-anak. Mereka para anak-anak seringkali mengalami masalah mulut yang disebabkan oleh persoalan kesalahan mengkonsumsi sesuatu atau kurang diperhatikannya kebersihan mulut. Setiap anak pasti merasa kurang nyaman dengan kondisi seperti ini. Bahkan mereka akan cenderung malas mengkonsumsi sesuatu, ini dapat berakibat pada kurangnya asupan makanan bagi tubuhnya.

Bagi para orang tua, perlu untuk tahu apa saja jenis jenis penyakit mulut pada anak yang sering diderita.

Penyakit Mulut pada Anak

  1. Sariawan

Anak-anak biasanya hanya bisa merasakan kendala yang sedang dideritanya, namua belum dapat mengetahinya dengan benar  masalah apa yang sedang ia hadapi. Jika suatu saat anak anda tiba-tiba rewel atau tidak mau makan, mengeluh sakit di bagian mulut dan lain-lain. Anda perlu waspada dan segera memeriksanya. Ada kemungkinan salah satu jenis penyakit mulut pada anak, menyerang anak anda.

Selain rewel atau tidak ingin makan, biasanya sariawan juga ditandai dengan bibir yang kering atau pecah akibat adanya sariawan di dalam mulut yang disebabkan oleh kondisi tubuh yang kekurangan cairan, Vitamin C atau kandungan lainnya. Namun tidak menutup kemungkinan jika gigitan atau benturan yang tidak disengaja juga merupakan penyebab sariawan. Jika tidak dirawat dengan baik, sariawan dapat mengelami luka yang membesar dan menimbulkan bau mulut pada anak akibat bakteri yang banyak pada luka sariawan.

Biasanya sariawan dapat hilang atau sembuh sendiri setelah 10-14 hari. Untuk mengatasinya, anda dapat menggunakan pasta atau gel yang mengandung bahan antiradang, dengan cara dioleskan pada lukanya. Tablet hisap dan obat kumur rekomendasi dari dokter juga dapat membantu untuk mencegah timbulnya infeksi sekunder. Dan ketahui obat simpel lainnya tentang cara mengobati sariawan.

  1. Jamur Mulut (Guam/ Thrush)

Penyakit yang satu ini menyerang mulut dengan beberapa ciri yakni lidah anak berwarna keputihan. Candida albicans adalah jamur yang menyerang bagian mulut, tumbuh di daerah bibir, gusi dan lidah anak. Terlalu banyak mengkonsumsi gula atau karbohidrat, dapat menyebabkan anak mengalami penyakit ini. Biasanya, penyakit ini sering terjadi pada bayi dimana reaksi imunitasnya belum aktif.

Jamur mulut dapat terjadi pada anak-anak yang sedang menderita penyakit berat, atau sedang mendapat pengobatan dengan antibiota (dalam jangka waktu yang lama), sehingga ekologi mulut terganggu dengan berkembang biaknya jamur secara cepat. Dengan mengoleskan larutan Gentian-violet 1 persen atau dengan larutan/ tablet isap  yang mengandung antibiotika yang efektif terhadap jamur, akan membantu meringankan gejalanya yang dialami oleh anak anda.

  1. Gingivostomatis Herpetik Akut

Biasanya penyakit ini sering dijumpai pada anak-anak umur sekitar 3 tahun. Sama seperti penyakit mulut yang lainnya, biasanya anak cenderung rewel atau merasakan sakit dan rasa malas untuk makan, karena adanya gangguan di mulut yang membuatnya tidak nyaman. Penyebabnya ialah virus yang bernama herpes simplex.

  1. Lidah putih ( White Coated Tongue)

Lidah anak yang normal dilapisi oleh lapisan mukus, sel-sel epitel yang mengalami deskuamasi, dan kotoran dari sisa makanan. Pada anak yang sehat, lidah akan selalu bergerak dan ludah akan terus mengalir secara normal, sehingga lapisan terbentuk hanya tipis. Namun jika seorang anak kurang menggerakkan lidahnya, maka cairan ludah akan kurang dan adanya demam akan memungkinkan terbentuknya lapisan pada lidah dan berwarna putih. Kondisi lidah yang demikian dapat menyebabkan rasa tidak nyaman pada mulut anak, dan lapisan putih ini cenderung sukar dibersihkan. Untuk membersihkannya bisa digunakan larutan hidrogen peroksida 1 persen.

  1. Epulis

Epulis adalah penyakit berupa kutil atau tumor jinak. Kasus seperti ini biasanya muncul sejak bayi baru lahir. Gangguan berupa kutil atau tumor jinak ini biasanya terdapat pada bagian gusi anak, namun cukup jarang ditemui kasusnya. Benjolan ini ada kemungkinan aka hilang dengan sendirinya. Namun penyakit ini tetap tidak bisa diremehkan jika benjolan tersebut tidak hilang. Sebab benjolan dapat semakin membesar dan bisa mengganggu aktivitas mulut anak. Ini akan membuatnya sangat tidak nyaman.

  1. Bau mulut

Penyakit mulut pada anak yang satu ini memang terbilang sederhana karena anak tidak akan secara langsung merasakan ketidaknyamanannya. Namun ini akan berhubungan dengan aspek psikologis anak. Gangguan ini dapat membuat orang di sekitar anak enggan mendekatinya. Penyebabnya misalnya karena kurang terjaganya kebersihan mulut, atau karena adanya gigi berlubang yang harus segera diatasi dengan melakukan  tips menghilangkan bau mulut karena gigi berlung. Ketahui  cara mencegah bau mulut agar anak anda tidak sampai mengalaminya.

  1. Cheilitis

Penyakit mulut pada anak yang satu ini sejenis peradangan di daerah bibir dan kulit sekitar bibir. Terdapat dua jenis cheilitis, yaitu cheilitis simpleks dan cheilitis angular. Cheilitis simpleks, memiliki ciri-ciri bibir anak terlihat kering serta pecah-pecah. Sedangkan cheilitis angular ialah yang menyebabkan pecahnya kulit di area sudut bibir. Cheilitis pada umumnya ditimbulkan oleh jamur, namun juga dapat disebabkan oleh iritasi, infeksi kuman, defisiensi zat besi, vitamin B ataupun folat. Udara dingin dan kering, paparan sinar matahari, atau reaksi alergi juga dapat mendukung timbulnya gangguan ini pada anak anda.

Secara umum, penyakit mulut pada anak mungkin akan timbul karena kondisi mulut yang kurang sehat dan kurangnya perawatan. Namun, daya tahan tubuh anak juga sangat mempengaruhinya. Jika daya tahan tubuh anak lemah, maka ia akan mudah terjangkit penyakit-penyakit tersebut. Para orang tua dapat menasehati anak tentang pentingnya menggosok gigi, dan apa saja makanan yang menyehatkan gigi agar mulut sehat sebagai proses pencegahan.