Sponsors Link

Penyakit Pulpitis Penyebab Bengkak Pada Gigi

Sponsors Link

Di dalam bagian paling dalam setiap gigi merupakan area yang dinamakan dengan pulpa gigi. Dalam pulpa tersebut mengandung darah, suplai dan juga saraf untuk gigi. Sedangkan penyakit pulpitis merupakan kondisi yang menyebab peradangan dan terasa menyakitkan. Ini bisa terjadi pada satu atau lebih gigi akibat bakteri yang menyerang pulpa gigi sehingga pembengkakan terjadi.

ads

Bentuk Pulpitis

Penyakit pulpitis sendiri terdiri dari dua bentuk yakni reversibel dan juga ireversibel. Pulpitis ireversibel terjadi ketika peradangan dan gejala lainnya seperti rasa sakit parah dan pulpa tidak bisa diselamatkan. Pulpitis ireversibel bisa menyebabkan jenis infeksi gigi yang disebut abses periapikal. Infeksi tersebut berkembang ke akar gigi yang kemudian menyebabkan kantong nanah terbentuk. Jika tidak segera diobati, maka infeksi bisa menyebar ke area tubuh lain seperti rahang, sinus atau otak.

Gejala Pulpitis

Kedua jenis pulpitis sama sama bisa menyebabkan rasa sakit meski rasa sakit akibat pulpitis reversibel terasa lebih ringan dan biasanya terjadi ketika sedang makan. Rasa sakit yang berhubungan dengan pulpitis ireversibel mungkin akan lebih parah dan terjadi sepanjang hari atau malam. Sedangkan gejala gejala lain dari pulpitis diantaranya adalah:

Penyebab Pulpitis

Pada ciri ciri gigi sehat, lapisan enamel dan dentin gigi akan melindungi pulpa dari infeksi. Sedangkan pulpitis terjadi pada saat lapisan tersebut terganggu sehingga bakteri akan masuk ke dalam pulpa kemudia menyebabkan pembengkakan, tekanan, rasa sakit dan infeksi. Lapisan enamel gigi dan juga dentin bisa rusak karena beberapa kondisi seperti:

  • Gigi berlubang atau rusak yang menyebabkan erosi pada gigi.
  • Cedera seperti benturan pada gigi.
  • Mengalami gigi patah orang dewasa atau anak anak yang sampai memperlihatkan pulpa.
  • Trauma berulang yang disebabkan masalah gigi seperti misalignment rahang atau bruxism.

Faktor Risiko Pulpitis

Ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko pulpitis seperti tinggal di daerah tanpa air berfluoridasi atau memiliki kondisi medis tertentu seperti diabetes yang juga bisa meningkatkan risiko pulpitis. Anak anak dan orang dewasa yang lebih tua juga memiliki risiko lebih tinggi namun tetap ditentukan dengan kualitas perawatan gigi dan kebiasaan membersihkan mulut. Sedangkan gaya hidup yang juga bisa meningkatkan risiko pulpitis diantaranya adalah:

  • Kebiasaan membersihkan mulut yang buruk seperti tidak menyikat gigi sesudah makan dan tidak mengunjungi dokter gigi untuk melakukan pemeriksaan rutin.
  • Mengkonsumsi makanan tinggi gula atau makanan dan minuman yang menyebabkan kerusakan gigi seperti karbohidrat olahan.
  • Memiliki pekerjaan atau hobi yang berbenturan dengan mulut seperti hoki atau tinju.
  • Bruxism kronis.

Diagnosis Pulpitis

Pulpitis biasanya akan didiagnosis oleh dokter gigi dengan cara memeriksa gigi dan mungkin akan melakukan satu atau lebih sinar X untuk menentukan tingkat kerusakan gigi dan penyebab peradangan pada gigi dan gusi. Selain itu, tes sensitivitas juga bisa dilakukan untuk melihat apakah pasien merasakan sakit atau tidak nyaman ketika gigi bersentuhan dengan panas, dingin atau rangsangan manis. Tingkat dan durasi reaksi pasien terhadap rangsangan bisa membantu dokter gigi untuk memutuskan semua atau sebagian dari pulpa yang sudah terpengaruh.

Sponsors Link

Tes gigi tambahan memakai instrumen tumpul ringan untuk mengetuk gigi yang sakit juga bisa membantu dokter untuk menentukan tingkat peradangan. Dokter gigi juga akan menganalisis berapa banyak pulpa gigi yang sudah rusak dengan alat pengukur pulpa listrik yang menghasilkan sedikit muatan listrik ke gigi. Jika pasien merasakan muatan tersebut, maka pulpa gigi masih dianggap layak dan pulpitis kemungkinan masih bisa diatasi.

Pengobatan Pulpitis

Sedangkan untuk pengobatan bervariasi tergantung dari apakah pulpitis reversibel atau sudah tidak bisa diubah. Jika pulpitis reversibel, maka mengobati penyebab peradangan bisa menyembuhkan gejalanya seperti menghilangkan area yang busuk. Sedangkan untuk pulpitis ireversibel, maka dokter gigi akan merujuk pasien ke spesialis. seperti endodontist. Sedangkan jika gigi masih mungkin diselamatkan lewat prosedur pulpektomi, maka akan dilakukan yakni bagian pertama dari saluran akar.

Sponsors Link
, , ,
Oleh :
Kategori : Masalah Gigi