Sponsors Link

7 Penyebab Diskolorasi Pada Gigi Anak yang Jarang Diketahui

Sponsors Link

Gigi merupakan aset berharga yang patut disyukuri dan dijaga sebaik mungkin. Gigi tidak hanya berperan penting dalam proses pencernaan, melainkan gigi juga menjadi faktor penunjang bagi penampilan. Disamping itu semua, ada banyak potensi terjadinya berbagai jenis-jenis penyakit gigi dan jenis-jenis penyakit mulut yang harus dicegah dan dihindari sebisa mungkin. Itulah sebabnya kesadaran tentang pentingnya merawat dan pentingnya menggosok gigi harus ditanamkan pada anak sejak dini.

ads

Salah satu masalah yang biasa terjadi pada gigi adalah diskolorasi. Barangkali anda merasa asing dengan istilah ini. Secara umum, diskolorasi gigi diartikan sebagai perubahan warna yang terjadi pada gigi. Perubahan warna pada gigi terbagi menjadi beberapa jenis yaitu warna kuning, warna hitam, warna coklat, warna hijau, dan warna orange.

Diskolorasi gigi bisa dialami oleh setiap orang, baik orang dewasa maupun anak-anak. Diskolorasi pada orang dewasa dapat disebabkan oleh beberapa faktor yang salah satunya adalah kebiasaan merokok atau menghisap tembakau dan meminum kopi atau teh. Selain itu, diskolorasi juga bisa disebabkan oleh penggunaan obat-obatan tertentu yang dapat mempengaruhi struktur lapisan gigi.

Lalu bagaimana dengan anak-anak? anak-anak tentunya tidak merokok dan tidak memiliki kebiasaan meminum kopi sebagaimana orang dewasa. Akan tetapi mengapa diskolorasi bisa terjadi pada anak? Nah, berikut ini akan dibahas mengenai penyebab diskolorasi pada gigi anak. Apa sajakah itu? Simak ulasannya dibawah ini:

1. Fluoride Berlebihan

Pemberian pasta gigi yang mengandung fluoride pada anak memang disarankan. Hal itu bertujuan untuk membantu pembentukan email gigi dan membuat struktur gigi lebih kuat sehingga akan membuat gigi lebih tahan terhadap pengikisan oleh asam.

Namun, pemberian fluoride secara berlebihan dan melebihi kadar yang ditentukan juga dapat memberikan efek samping pada gigi anak karena dapat memicu perubahan warna gigi atau lebih tepatnya diskolorasi gigi. Adapun kadar fluoride yang dapat diberikan pada anak-anak sebaiknya sekitar 200-300 ppm.

2. Obat-Obatan

Adanya pengaruh obat-obatan yang masuk ke dalam gigi pada masa pertumbuhan juga dapat memicu terjadinya diskolorasi pada gigi anak. Salah satu obat-obatan yang dimaksud adalah obat antibiotik tetraskilin. Ibu yang mengkonsumsi obat tersebut selama pada saat mengandung dapat berdampak pada pertumbuhan gigi susu anak nantinya, yakni memicu perubahan warna gigi menjadi coklat hingga abu-abu pada struktur gigi.

3. Kerusakan Gigi

Kerusakan yang terjadi pada gigi pada masa pertumbuhan juga akan menjadi penyebab diskolorasi gigi anak. Kerusakan gigi yang dimaksud disini berupa hipolapsia dan hipoklasifikasi. Hipolapsia merupakan kelainan yang terjadi pada tumbuh kembang gigi yang dimana email gigi menipis atau kurang. Sementara hipoklasifikasi adalah kelainan yang terjadi pada gigi yang dimana ketebalan pada gigi normal akan tetapi mineralisasinya kurang.

4. Kelainan Darah

Kelainan darah yang berupa hancurnya sel darah merah secara luas dapat menyebabkan Erythropoietieccongenital atau terjadinya perubahan warna merah kecoklatan pada gigi susu. Hal ini dapat terjadi karena produk kerusakan darah dapat bergabung ke dalam dentin pada masa pertumbuhan gigi dan akhirnya turut memberikan warna pada gigi.

Sponsors Link

5. Kebersihan Mulut Tidak Terjaga

Kebersihan mulut yang tidak terjaga merupakan penyebab diskolorasi ekstrinsik yang dimana perubahan warna gigi terjadi karena adanya faktor dari luar. Mulut yang tidak dibersihkan akan membuat bakteri menjadi lebih aktif. Bakteri ini akan mengubah zat gula yang masuk ke dalam mulut menjadi asam  dan membentuk plak. Plak yang menumpuk dapat merusak lapisan enamel gigi. Sehingga warna gigi akan menjadi berubah.

Itulah sebabnya anda disarankan untuk mengajari anak anda tentang cara menyikat gigi dengan benar sejak dini sehingga anak akan menjadi terbiasa untuk merawat giginya dengan baik.

6. Penggunaan Susu Formula

Anak yang mengkonsumsi susu formula juga berpontesi mengalami diskolorasi gigi. Kandungan suplemen zat besi yang ada pada susu formula dapat menimbulkan noda berwarna kehitaman pada permukaan gigi anak.

Selain itu penggunaan susu formula dalam jangka panjang juga dapat menyebabkan kerusakan pada gigi anak seperti karies gigi, gigi berlubang besar, gigi susu rusak parah, gigi susu anak keropos, dll.  Faktor utama yang menjadi penyebab kerusakan gigi akibat botol susu ini adalah air ludah dan gigi, mikroorganisme yang terdapat di dalam ronga mulut, serta makanan atau minuman yang melekat di permukaan gigi. 

Sponsors Link

7. Penggunaan Obat Kumur

Salah satu bahaya obat kumur adalah dapat menyebabkan terjadinya diskolorosis pada gigi. Pemakaian obat kumur yang mengandung klorheksidin akan menimbulkan efek samping berupa perubahan pengecapan rasa, pembentukan bercak atau pewarnaan kuning kecoklatan pada gusi, sela-sela gigi dan lidah.

Penggunaan obat kumur memang tidak disarankan bagi balita karena kemungkinan akan ditelan. Adapun usia yang tepat untuk memberikan obat kumur pada anak adalah 6 tahun ke atas.

Itulah beberapa penyebab diskolorosis pada gigi anak yang harus anda cegah. Selain itu, ada juga beberapa cara yang bisa anda gunakan untuk mengatasi diskolorosi gigi dan juga merupakan tips memutihkan gigi, yakni dengan manfaat scalling gigi, pemolesan, bleaching gigi atau pemutihan gigi. Selebihnya anda harus membiasakan anak anda untuk senantiasa mengkonsumsi makanan yang menyehatkan gigi dan makanan yang menguatkan gigi. Untuk informasi lebih lanjut mengenai perawatan gigi , silahkan berkonsultasi dengan dokter gigi terdekat. Good luck!

Sponsors Link
,
Oleh :
Kategori : Masalah Gigi