Sponsors Link

Waspada 4 Penyebab Gigi Lansia Mudah Copot Paling Umum

Sponsors Link

Seiring bertambahnya usia, kebiasaan buruk seperti merokok dan tidak menjaga kebersihan gigi dengan baik menjadi beberapa penyebab gigi ompong paling utama. Namun ternyata, ada beberapa penyebab gigi lansia mudah copot lain dari mulai kebiasan buruk, penyakit gigi dan gusi, kondisi medis tertentu dan juga beberapa faktor yang mungkin selama ini terjadi namun tidak disadari. Agar bisa menambah wawasan serta kewaspadaan anda, berikut akan kami berikan apa saja penyebab gigi lansia mudah copot yang penting untuk diketahui.

ads
  1. Penyakit gusi

Penyakit gusi yang juga sering disebut dengan periodontitis menjadi salah satu penyebab gigi lansia mudah copot yang paling utama. Periodontitis adalah infeksi gusi tingkat berat yang bisa terjadi karena penumpukan plak pada gigi berupa lapisan lengket dari bakteri yang terbentuk pada sela sela gigi. Infeksi gusi parah tersebut yang kemudian bisa merusak jaringan serta tulang yang ada di dalam gusi sehingga bisa menyebabkan gigi lebih mudah tanggal bahkan gigi tanggal di usia muda.

Tidak hanya bisa menyebabkan gigi copot, akan tetapi bakteri yang menumpuk di dalam jaringan gusi nantinya juga bisa masuk ke dalam aliran darah yang kemudian menyerang organ tubuh lain seperti paru paru dan jantung. Masalah ini tidak boleh dianggap remeh dan dibiarkan sehingga harus segera diobati.

  1. Trauma

Trauma yang terjadi karena benturan keras atau karena pukulan yang mengenai area sekitar mulut juga bisa menjadi penyebab gigi mudah copot. Meski benturan tersebut tidak secara langsung mengakibatkan gigi copot, namun benturan ini bisa menyebabkan kerusakan gigi yang cukup serius. Semakin lama, kerusakan tersebut akan membuat gigi lebih mudah ompong atau bahkan harus dicabut.

Trauma umumnya memang lebih sering terjadi karena kecelakaan. Akan tetapi trauma gigi juga bisa disebabkan karena kebiasaan buruk yang dilakukan sehari hari seperti membuka tutup botol atau kemasan plastik dengan menggunakan gigi, sering menggigit ujung pensil atau sedotan, mengunyah es batu atau terlalu sering menggunakan tusuk gigi untuk mengangkat sisa makanan yang menempel di sela gigi.

  1. Kebiasaan Menggemertak Gigi

Tanpa disadari, sebagian orang seringkali mengencangkan rahang secara kuat sambil menggemeretakkan gigi ketika sedang cemas akan sesuatu atau stress atau penyebab gigi gemeretak saat tidur. Dalam istilah medis, kebiasaan menggemertakkan gigi ini disebut dengan bruxism yang jika dilakukan secara terus menerus, maka bisa menyebabkan gigi geraham menjadi aus kemudian melonggarkan gigi dari kantong gusi serta tulang pendukung yang kemudian ikut hancur.

Efek dari menggemeretakkan gigi ini tidak sekedar gigi lansia yang mudah copot, namun juga bisa menyebabkan seseorang memiliki risiko terkena sindrom TMJ lebih tinggi. Sindrom TMJ sendiri merupakan gangguan persendian area rahang yang menimbulkan rasa sakit tak tertahankan serta bisa menyebar ke area wajah dan telinga.

  1. Kondisi Medis Tertentu

Beberapa kondisi medis tertentu juga menjadi salah satu penyebab gigi lansia lebih mudah tanggal. Beberapa kondisi medis yang bisa meningkatkan risiko gigi copot diantaranya adalah osteomielitis, diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit autoimun dan juga rematik.

Dari American Diabetes Association menyatakan jika seseorang yang memiliki penyakit diabetes juga bisa meningkatkan risiko terkena penyakit gusi periodontitis tersebut dan banyak pengaruh diabetes pada gigi yang lainnya.. Hal ini bisa terjadi karena diabetes juga akan berpengaruh pada kemampuan tubuh penderita untuk melawan bakteri penyebab infeksi gusi. Penyakit gusi juga bisa dipengaruhi dengan kontrol gula darah dalam tubuh. 

Sponsors Link

Perawatan Gigi Lansia Untuk Mencegah Ompong

Agar gigi masih tetap kuat meski usia sudah tidak lagi muda, maka teratur menggosok gigi serta flossing gigi menjadi kunci penting yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatan mulut serta gigi. Pada lansia, plak gigi umumnya bisa terbentuk dengan cepat pada gigi khususnya jika kebersihan mulut juga tidak dijaga secara baik. Ini nantinya tidak hanya bisa menyebabkan risiko kerusakan gigi semakin meningkat, namun juga bisa menjadi penyebab penyakit gusi yang kemudian membuat gigi lansia lebih mudah copot. Untuk menjaga kesehatan mulut dengan baik, maka semua orang tidak peduli berapa pun usianya harus melakukan beberapa hal, seperti:

  • Sikat gigi sekurang kurangnya 2 kali sehari yakni ketika bangun dan akan pergi tidur memakai pasta gigi yang mengandung fluoride serta memakai cara menyikat gigi dengan benar.
  • Tidak menggosok gigi terlalu keras karena hal tersebut bisa menyebabkan gusi robek sekaligus mengikis enamel gigi yang sangat tipis dan akhirnya gigi sensitif bisa terjadi.
  • Lakukan flossing gigi setidaknya 1 kali sehari.
  • Hindari mengkonsumsi makanan atau minuman manis meski tidak harus dihentikan seluruhnya untuk menjaga kesehatan gigi dan gusi.

Sponsors Link
, , ,
Oleh :
Kategori : Masalah Gigi