Sponsors Link

Penyebab Gigi Mudah Patah Lengkap Dengan Cara Pencegahan dan Perawatan

Sponsors Link

Bisa dikatakan, gigi merupakan salah satu organ yang sangat kuat selain tulang. Akan tetapi, ada banyak hal tidak terduga yang juga bisa menyebabkan kerusakan gigi atau bahkan menjadi penyebab gigi mudah patah. Akibat satu dan lain hal gigi anda bisa patah setengah atau bahkan seluruhnya sehingga akan terlihat seperti ompong. Untuk mengetahui apa saja hal yang bisa menyebabkan gigi patah sehingga bisa dihindari sekaligus cara mencegah terbaik, berikut kami punya ulasan singkatnya untuk anda.

ads

Penyebab Gigi Mudah Patah

Cedera yang terjadi karena tekanan besar di area rahang menjadi penyebab gigi mudah patah yang paling sering terjadi seperti gigi geraham patah setengah. Sebagai contoh, jatuh tersungkur sampai wajah membentur aspal, wajah yang terbentuk kemudi ketika kecelakaan, hingga cedera olahraga seperti pukulan atau terkena bola juga bisa menyebabkan gigi mudah patah. Selain itu, pukulan benda tumpul ke arah wajah ketika berkelahi juga bisa menjadi penyebab cedera terjadi di area mulut dan gigi.

Selain disebabkan karena trauma, menggigit sesuatu yang bertekstur keras seperti es batu, pensil atau pulpen serta mengunyah makanan yang keras juga bisa meningkatkan risiko gigi patah. Risiko ini akan semakin meningkat ketika seseorang sudah lebih dulu memiliki masalah pada gigi seperti sudah pernah ditambal, berlubang atau menjalani perawatan root canal hingga masalah gigi terkikis akibat bruxism atau kebiasaan menggemeretakkan gigi juga bisa menyebabkan masalah gigi patah terjadi.

Gigi yang kondisinya sudah melemah atau tidak utuh tersebut bisa menyebabkan gigi lebih berisiko patah akibat dipaksa untuk menahan beban yang lebih besar dari kemampuan gigi yang akhirnya bisa membuat permukaan gigi retak dan akhirnya patah.

Segera ke Dokter Ketika Gigi Patah

Gigi yang patah memang umumnya tidak menimbulkan rasa sakit namun yang bisa terjadi adalah timbul rasa nyeri di sekitar area mulut dan rahang. Untuk mengatasi rasa sakit tersebut, obat pereda rasa nyeri seperti paracetamol bisa dikonsumsi kemudian berkumur juga dengan air garam hangat apabila gusi terasa nyut nyutan. Jika terlihat pendarahan dari mulut, maka segera tekan sumber luka memakai kapas steril untuk menghentikan pendarahan tersebut.

Namun, kecil atau besar ukuran gigi yang patah dan apapun penyebabnya, ketika mengalami gigi patah maka harus segera diperiksakan ke dokter dalam waktu 24 jam sesudah gigi patah terjadi. Hal ini sangat penting sebab gigi yang patah bisa menyebabkan saraf gigi menjadi mati secara bertahap khususnya jika bagian dalam gigi atau dentin gigi sudah sampai terbuka dan terekspos. Gigi mati atau nektrosis bisa menyebabkan berbagai komplikasi seperti abses atau adanya nanah pada gigi yang nantinya bisa meningkatkan risiko infeksi gigi.

Jika patahan gigi masih disimpan, maka bisa juga dibawa ke dokter. Dalam beberapa kasus, patahan gigi tersebut bisa dipasang kembali dengan tambalan. Akan tetapi untuk cara penanganannya akan tergantung dari seberapa banyak patahan itu terjadi. Jika patahan gigi sudah sampai ke email gigi atau dentin, maka patahan gigi tersebut bisa langsung ditambal. 

Sponsors Link

Namun jika patahan gigi sampai memperlihatkan pulpa atau saraf gigi, maka perawatan gigi terlebih dulu harus dilakukan sebelum ditambal atau dipasangkan mahkota tiruan atau crown gigi. Jika patahan terjadi cukup luas hingga mencapai akar, maka umumnya sisa gigi yang masih tertanam harus dicabut kemudian diganti dengan macam macam gigi palsu. Jika dalam pemeriksaan dokter melihat ada luka pada gusi atau pipi bagian dalam mulut, maka dokter juga akan mengatasi luka tersebut untuk mencegah infeksi.

Perawatan Gigi Patah

Gigi patah yang telah dikembalikan ke bentuk semula juga butuh perawatan rutin sebab gigi tersebut juga tetap memiliki risiko patah kembali. Hal terpenting yang harus dilakukan adalah menghindari tekanan terlalu berlebih pada gigi dan jangan mengunyah makanan yang keras selama beberapa hari pertama sesudah perawatan. Sesudah melakukan perawatan di dokter, maka kebersihan gigi harus dijaga dengan baik yakni dengan melakukan cara menyikat gigi dengan benar dan juga berkumur dua kali sehari. Selain itu, pastikan juga kontrol gigi dilakukan dengan rutin antara 3 sampai 6 bulan sesudah kejadian untuk memeriksakan kondisi gigi.

Sponsors Link
, , ,
Oleh :
Kategori : Masalah Gigi
Doctors Talk

Jangan pasang kawat gigi dulu, sebelum menyimak penjelasan Dokter gigi berikut ini