Sponsors Link

12 Penyebab Gigi Tumbuh Tidak Rata Pada Anak dan Cara Mengatasinya

Sponsors Link

Melihat tumbuh kembang anak sepanjang hari amat menyenangkan bagi orang tua, salah satu momen penting ialah ketika tumbuh gigi si kecil, berbagai cara kita lakukan untuk merawat kesehatan gigi nya agar memiliki gigi sehat, bersih, putih, dan tentunya rapi.

ads

Orang tua berperan aktif dalam perawatan gigi anak karena umumnya anak anak tidak peduli dengan kondisi giginya dimana hal tersebut yang menjadi tugas orang tua untuk mengajarkan perlunya menjaga kebersihan dan kesehatan gigi.

Terkadang kita menjumpai gigi anak tumbuh tidak rata dan cenderung berantakan, padahal hal ini akan mempengaruhi pertumbuhan gigi saat anak dewasa. Gigi yang tumbuh tidak rata juga membuat kesulitan ketika membersihkan sehingga beresiko timbul plak, gigi berlubang, dll serta mengurangi keindahan ketika tersenyum atau tertawa. Dalam istilah kesehatan, susunan gigi tidak rata disebut maloklusi. Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab gigi tumbuh tidak rata pada anak yaitu :

1. Keturunan

Penyebab gigi tumbuh tidak rata pada anak yang pertama ialah faktor keturunan. Orang tua atau kakek nenek yang memiliki gigi berantakan akan cenderung menurunkan genetik nya kepada anak cucu. Hal ini tidak dapat dihindari karena seberapa besar ukuran rahang dan gigi anak tentu menurun dari orang tuanya, penanganannya ialah dengan memeriksakan ke klinik kesehatan gigi untuk meratakan posisi gigi dalam posisi lengkung yang baik. Untuk hal ini anda bisa berkonsultasi langsung dengan dokter ahli gigi.

2. Kebiasaan Menggigit atau Menghisap

Penyebab gigi tumbuh tidak rata pada anak yang kedua ialah karena kebiasaan mengginggi atau pun menghisap. Ada beberapa anak yang terbiasa menggigit jari, menghisap jempol, dan menggigit kuku. Hal itu menyebabkan tekanan dari otot sekitar mulut sehingga rahang atas menjadi sempit yang tentunya berpengaruh pada pertumbuhan gigi. Hal inilah yang harus menjadi perhatian orang tua, berikan mainan atau kesibukan yang memancing anak anda sibuk belajar hal hal yang bermanfaat dan hindarkan anak melakukan kebiasaan tersebut sejak dini.

3. Kebiasaan Mengeluarkan Lidah dan Mulut Mengaga

Penyebab gigi tumbuh tidak rata pada anak selanjutnya ialah kebiasaan buruk mengeluarkan lidah dan mulut menganga. Mengeluarkan lidah dan bernafas melalui mulut membuat gigi tumbuh menonjol dan renggang. Mulut menganga biasanya terjadi ketika anak serius menonton televisi atau lainnya yang menyebabkan tidak bertemunya gigi atas dan bawah sehingga membuat gigi depan maju atau tonggos. Biasakan dan beri contoh pada anak untuk memposisikan mulut dalam kondisi normal apapun kegiatan yang sedang dilakukan, hal ini akan mempengaruhi kondisi kesehatan multunya.

4. Kebiasaan Memakai Botol Susu (dot)

Ada berbagai alasan yang menyebabkan bayi terbiasa minum dengan botol susu (dot) diantaranya ialah ibu yang bekerja, ibu nya sakit, sedang bepergian, dll. Apapun alasannya menyusu langsung lebih baik, batasi penggunaan dot.

Sponsors Link

Jika harus menggunakan dot karena alasan tertentu, yang perlu diperhatikan adalah ukurannya, sesuaikan dengan ukuran mulut bayi, tetapi tetap perlu dibatasi, gunakan hanya pada kondisi kondisi tertentu. Untuk balita yang berumur lebih dari 2 tahun tidak dianjurkan memakai botol susu (dot). Hal ini memiliki dampak membuat susunan gigi menjadi maju ke depan karena tertekan oleh dot tersebut.

Sebaiknya ajarkan anak minum susu dari gelas. Selain itu mengurangi atau pun menghindari penggunaan dot juga bisa digunakan sebagai salah satu cara mencegah gigi gigis pada anak ya sobat. Jadi meskipun seorang ibu tidak bisa menghasilkan asi lagi, gunakanlah alternatif lainnya saja.

5. Tidak Rutin Menyikat Gigi

Usia 7 sd 12 bulan gigi bayi sudah mulai tumbuh, sejak usia bayi pun orang tua wajib membiasakan membersihkan gigi anak, gigi yang sehat dan bersih mencegah berbagai masalah diantaranya gigi berlubang dan gigi keropos, itulah yang menyebabkan gigi tumbuh tidak teratur. Kondisi mulut yang sehat akan merangsang gigi tumbuh normal. cara menghilangkan gigi berlubang besar juga bisa dihindari dengan melakukan sikat gigi rutin.

ads

6. Mengunyah Dengan Salah Satu Sisi Gigi

Ada beberapa anak yang merasa lebih nyaman mengunyah dengan salah satu sisi gigi nya saja, mungin karena pernah merasa sakit pada bagian atau sisi tertentu dll. Kebiasaan ini akan mempengaruhi rahang yang akhirnya tidak simetris yang tentunya berpengaruh pada tumbuh nya gigi. Ajarkan anak untuk mengunyah dengan merata pada semua sisa gigi bergantian agar semua gigi anak memiliki peran sesuai seharusnya.

7. Gigi Susu Tidak Kunjung Lepas

Usia sekitar 6 tahun, gigi susu akan lepas dan digantikan oleh gigi permanen. Ada beberapa kondisi dimana gigi susu anak tak kunjung lepas sesuai waktunya sehingga gigi permanen tidak bisa tumbuh di tempat yang sesuai karena adanya penyempitan ruang.

Walaupun gigi susu belum goyang atau masih kuat tertanam tetapi gigi permanen mulai terlihat tumbuh, gigi susu tersebut harus segera dicabut. Sebaiknya periksakan ke dokter gigi untuk mengetahui penyebab dan penanganannya. Meskipun gigi susu tidak kunjung lepas, tetap saja jangan membiarkan gigi susu rusak parah ya sobat. Perawatan tetap harus dilakukan.

8. Adanya Jumlah Gigi Berlebihan

Dalam istilah kedokteran disebut dengan istilah supernumerary teeth yaitu kondisi dimana gigi tambahan muncul dimanapun letaknya pada rongga mulut, jumlahnya bisa lebih dari satu. Umumnya karena keturunan. Gigi tersebut tentu akan memberi tekanan dan mempengaruhi gigi di sekitarnya. Gigi tersebut dapat dicabut jika memang berindikasi menimbulkan gangguan. Konsultasikan dengan dokter gigi jika hal ini terjadi pada anak anda agar mendapat solusi dan penanganan secara dini.

9. Adanya Trauma Pada Gigi Depan

Misalnya disebabkan karena terjatuh, sehingga menyebabkan gigi depan patah atau tanggal,  sehingga pertumbuhan gigi penggantinya tidak beraturan jaraknya. Penanganan terhadap hal tersebut disesuaikan dengan kondisi gigi dan dokter gigi lah yang memiliiki wewenang dalam hal ini, misalnya perlu dicabut atau tidak gigi yang patah tersebut. Trauma pada gigi depan menyebabkan berubahnya arah pertumbuhan gigi tetap sehingga gigi tumbuh tidak rata.

10. Lengkung Gigi Kurang Panjang

Hal ini merupakan kelainan yang kadang disebabkan oleh genetik atau keturunan, lengkung gigi yang pendek menyebabkan gigi tetap tumbuh ke langit langit mulut dan mengganggu pertumbuhan gigi yang berdekatan dengan nya. Kunjungi dokter gigi jika anak anda mengalami hal ini.

11. Letak Benih Gigi Tidak Benar

Hal ini terjadi karena gigi permanen tumbuh tanpa didahului adanya gigi susu yang goyang sehingga letak gigi permanen yang tumbuh tersebut berada agak jauh dari gigi susu nya yang akan digantikan. Atau karena gigi susu telah lama lepas tetapi gigi permanen tak kunjung tumbuh.

Sponsors Link

12. Pengaruh Ukuran Rahang

Ukuran rahang yang terlalu sempit menyebabkan tidak adanya ruang untuk tumbuh gigi baru, karenanya menyebabkan gigi tumbuh berjejal. Ukuran rahang berbeda pada tiap orang tergantung dari genetika (keturunan) dan kondisi kesehatan sejak bayi berada dalam kandungan hingga masa masa kelahiran.

Dari semua penyebab gigi tumbuh tidak rata pada anak tersebut, orang tua lah yang perlu melakukan deteksi dini untuk mencegah berbagai masalah atau kelainan yang mungkin terjadi. Sekian semoga bermanfaat ya sobat. Salam hangat dari penulis.

Sponsors Link
, , , , ,
Oleh :
Kategori : Masalah Gigi