Perbedaan Dosis Obat Kumur Dewasa dan Anak Anak

Obat kumur dan macam perasa di pasta gigi sering digunakan untuk menyegarkan napas serta membersihkan bakteri di rongga mulut. Berkumur dengan cairan antiseptik disarankan untuk melengkapi kebiasaan menyikat gigi. Pasalnya, kedua hal ini bisa memutus rantai pembentukan kuman yang berkoloni.

“Kuman itu bisa menempel di mulut dalam hitungan menit. Mengapa sikat gigi dua kali sehari ditambah dengan berkumur? Ini untuk mencegah kuman berkoloni dan menjadi matang di mulut,” jelas Dedy Yudha Rismanto, Dokter Gigi Spesialis Periodontik.

1. Manfaat obat kumur

Obat kumur dengan memperhatikan apa saja peraturan dalam berkumur penting untuk menetralisir kadar PH atau keasaman mulut dan mencegah peradangan gusi. “Jika ada sudut di dalam mulut yang sulit dibersihkan dengan sikat gigi, bisa menggunakan obat kumur. Berkumur dengan air putih atau obat kumur bisa mengurangi aktifnya kuman karena kondisi pH yang netral,”.

Yudha mengatakan, penggunaan obat kumur tidak harus dengan cara dikumur. Untuk mengurangi rasa perih, Anda hanya perlu merendam cairan tersebut dan mendiamkanya selama beberapa detik, sesuai petunjuk pada obat kumur yang digunakan. “Artinya kumur itu tidak boleh diminum jadi digenangi atau direndam di titik yang diinginkan saja cukup. Biarkan beberapa detik agar eektivitas senyawa kimianya bekerja,” tuturnya.

2. Jenis obat kumur

Jenis obat kumur pun berbeda-beda sesuai kandungannya seperti penggunaan betadine sebagai obat kumur. Contohnya, Antimikrobial untuk mengurangi plak, gingivitis, serta peradangan gusi, Astringent salt untuk menyamarkan bau mulut, dan yang mengandung iodin dan fluoride untuk mencegah gigi berlubang. Contoh lain yaitu betadine obat kumur yang banayk sekali kita jumpai di pasaran.

3. Obat kumur yang aman untuk dewasa dan anak anak

Betadine kumur adalah obat kumur antiseptik yang mengandung larutan Povidone Iodine 1.0%. Betadine kumur digunakan untuk mengatasi beberapa masalah mulut. Mari kita simak informasi lebih lanjut mengenai betadine kumur di bawah ini.

Betadine kumur baru bisa digunakan apabila anda terbukti memiliki salah satu atau beberapa indikasi. Ada beberapa indikasi betadine kumur, yaitu bau mulut, sariawan, sakit pada tenggorokan, gusi bengkak, dan gigi berlubang.

Betadine kumur juga bisa digunakan apabila terindikasi infeksi mukosa akut pada mulut & pharynx, dan bisul pada mulut. Anda juga bisa menggunakan apabila Anda berencana menjalani operasi gigi dan mulut. Gunakanlah betadine kumur sebelum, selama, dan setelah operasi gigi dan mulut.

Betadine kumur memiliki kontraindikasi pada pasien yang memiliki kelainan tiroid seperti gondok. Kontraindikasi betadine kumur juga berlaku untuk para pasien atau konsumen yang sedang mendapatkan terapi litium. Pasien atau konsumen yang hipersensitivitas terhadap yodium,

polivinilpirolidin, dan eksipien jenis apa pun juga harus menghindari penggunaan betadine kumur. Anak-anak yang memiliki usia 6 tahun dan di bawahnya juga memiliki kontraindikasi terhadap betadine kumur sehingga dilarang untuk menggunakan betadine kumur.

4. Dosis Betadine Kumur dewasa dan anak anak

Betadine kumur yang berbentuk larutan di dalam botol 100 mL memiliki dosis yang harus dipatuhi agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Dosis betadine kumur orang dewasa sama dengan dosis betadine kumur untuk lansia dan anak-anak yang berusia di atas 6 tahun.

Dosis untuk orang dewasa, lansia, dan anak usia lebih dari 6 tahun adalah 10-30 mL selama 30 detik dengan pengulangan maksimal 4x/ hari. Dosis tersebut tidak boleh melebih 14 hari berturut-turut karena bahan-bahan kimia yang dikandung betadine kumur bisa diabsorbsi dalam jumlah yang signifikan.