Sponsors Link

Resiko Mencabut Gigi Geraham

Sponsors Link

Cabut gigi adalah salah satu tindakan medis dalam mengatasi berbagai permasalahan gigi yang sudah rusak walaupun terdapat /resiko mencabut gigi gingsul pada fungsi pengunyahan. Banyak orang yang disarankan oleh dokter gigi untuk melakukan tindakan pencabutan gigi ini. Jenis pencabutan pada gigi geraham adalah salah satunya.

ads

Biasanya dokter gigi akan akan menyarankan pencabutan gigi geraham karena kondisi gigi geraham atas yang berlubang dan hanya menyebabkan rasa sakit maka menyebabkan bekuan darah di lokasi cabut gigi. Biasanya setelah pencabutan gigi, bekuan darah secara alami terbentuk di soket – lubang di tulang tempat gigi yang dicabut.

Namun, jika gumpalan darah tidak membentuk atau meluruh, tulang di dalam soket dapat terkena – disebut sebagai “soket kering. atau gusi berdarah saat sikat gigi rutin” Jika ini terjadi, dokter gigi akan melindungi area tersebut dengan meletakkan pembalut penenang selama beberapa hari. Selama waktu ini, gumpalan baru akan terbentuk.

Tetapi, sebelum Anda menjalani prosedur ini maka ada beberapa resiko yang perlu diperhatikan, seperti:

  • Pendarahan

Pendarahan bisa terjadi pada semua orang yang baru mengalami cabut gigi geraham atas. Hal ini terutama untuk orang yang menjalani perawatan khusus dan mengkonsumsi obat anti koagulan. Proses ini disebabkan karena konsumsi obat tertentu bisa menghalangi pembekuan darah. Penderita penyakit diabetes, tekanan darah tinggi dan beberapa jenis penyakit jantung harus waspada dengan pendarahan ini.

  • Rahang Retak

Resiko rahang retak bisa terjadi karena gigi yang dicabut masih melekat kuat pada rahang sehingga tekanan alat yang berat dari alat selama tindakan bisa menyebabkan rahang geser atau retak. Namun Anda bisa menghindari hal ini dengan memilih dokter yang sudah berpengalaman.

  • Sisa Akar Tertinggal

Karena gigi yang mengalami masalah seperti pecah atau rapuh maka bisa menyebabkan ada akar gigi yang tertinggal saat proses cabut gigi. Akar yang tertinggal bisa menyebabkan bagian akar kecil masuk ke rahang atau rongga sinus. Akar harus segera diambil oleh dokter untuk menghindari resiko infeksi yang lebih parah.

  • Robek di Sekitar Gusi

Robek atau luka di sekitar gusi memang menjadi resiko yang paling sering terjadi saat cabut gigi geraham atas. Kondisi ini paling sering terjadi karena ada udara yang bisa masuk ke bagian jaringan sehingga menyebabkan bagian gusi menjadi lebih rentan.

  • Sakit

Rasa sakit yang parah paling sering terjadi setelah cabut gigi atas. Hal ini bisa terjadi karena geraham atas memiliki hubungan yang sangat komplek dengan syaraf, rahang, dan rongga sinus. Rasa sakit yang terjadi biasanya muncul ketika efek obat bius sudah habis. Anda akan merasa sakit pada semua rahang atas, mata, sakit kepala dan terkadang mual.

Sponsors Link

  • Bengkak

Bengkak juga biasanya akan terjadi setelah cabut gigi geraham atas. Bengkak disebabkan karena semua bagian syaraf dan rahang mengalami trauma ketika gigi yang bermasalah dicabut. Beberapa akar gigi di sekitar gigi yang dicabut juga bisa bermasalah. Bengkak akan hilang dalam beberapa hari dan rasa sakit bisa dikurangi dengan obat penahan sakit.

Pencabutan gigi memang menjadi salah satu perawatan gigi berlubang atau masalah gigi lainnya. Dengan melakukan perawatan yang benar setelah pencabutan dan pencegahan yang diberikan oleh dokter gigi maka bisa menghindarkan Anda dari bahaya cabut gigi.

Sponsors Link
, , , , ,
Oleh :
Kategori : Masalah Gigi
Doctors Talk

Jangan pasang kawat gigi dulu, sebelum menyimak penjelasan Dokter gigi berikut ini