Sponsors Link

5 Sebab Pemakai Heroin Rentan Terkena Penyakit Gigi dan Mulut

Sponsors Link

Pengguna heroin adalah orang yang menggunakan atau menyalahgunakan heroin dan dalam keadaan ketergantungan pada heroin, baik secara fisik maupun psikis. Ketergantungan heroin terjadi saat orang menggunakan heroin dalam jumlah yang lebih banyak,

ads

atau melebihi waktu yang seharusnya agar menhasilkan efek yang sama dan apabila penggunannya dikurangi dan apabila dihentikan menggunakan barang tersebut secara tiba tiba, maka akan menimbulkan gejala fisik dan psikis yang khas.

Heroin akan mepengaruhi seluruh segi kehidupan penggunanya baik itu kesehatan tubuh, psikisnya maupun kehidupan sosialnya. Semua jenis yang memiliki potensi merubah fungsi tubuh dari pemakai tersebut. Secara dramatis yang bisa melumpuhkan kesehatan dalam waktu singkat,

penyakit yang biasanya timbul antara lain adalah hepatitis B, hepatitis C, endokarditis, HIV, gangguan pernafasan, nyeri lambung, penyakit kelumpuhan otot, penyakit ginjal, neurologis. Hal ini hampir sama dengan efek buruk sabu pada gigi

Hubungan Heroin dengan Gigi dan Mulut

Penggunaan heroin juga akan berdampak pada gigi dan mulut. Dampak yang timbul dimulut ini dipengaruhi oleh beberapa hal yakni.

  • Cara pemakaiannya
  • Lama penggunaannya
  • Jenis heroin yang digunakan
  • Pola kebersihan gigi dan mulutnya

Masalah yang timbul pada gigi dan mulut akibat dari pemakaian atau penggunaan heroin ada berbagai macam penyakit yang dapat ditimbulkannya anatara lain adalah.

1. Karies

Karies gigi adalah salah satu penyakit infeksi yang dapat atau bisa merusak struktur gigi dan menyebabkan impaksi gigi. Peyakit jenis ini akan bisa menyebabkan gigi berlubang. Jika tidak segera untuk ditangani, penyakit ini dapat menimbulkan efek yakni nyeri, penanggalan gigi atau gigi copot, infeksi, berbagai kasus berbahaya lainnya dan bahkan bisa menyebabkan kematian.

Proses terjadinya karies adalah dinamik,perubahan pH pada pertemuan plak dan permukaan gigi selalu berubah ubah sesuai dengan adanya ion ion yang menentukan keasaman pada daerah tersebut. Hal ini dimungkinkan dengan sifat email yang berpori dan memungkinkan pertukaran ion ion,

dari dan keluar email terjadi antara penyerangan dan pertahanan, namun proses tersebut dapat dihentikan. Selanjutnya dapat menjadi aktif kembali jika keadaan dalam plak di sekitar gigi berubah menjadi asam dan menyebabkan kelarutan email gigi yang lebih tinggi.

Sponsors Link

Heroin memiliki sifat asam sehingga suasana mulut pemakai heroin malalui mulut akan selalu asam seperti ketika melanggar aturan jangan langsung sikat gigi setelah makan. Hal ini dapat menyebabkan proses karies akan terus berlangsung. Dan jika hal ini dibiarkan begitu saja maka akan menjadi suatu penyakit yang serius.

2. Missing teeth

Missing teeth atau kehilanagn gigi paling sering disebabkan oleh karies yang tidak dirawat ataupun karena penyakit periodontal sehingga menyebabkan giginya lepas atau tanggal. Akibat dari gigi tanggal atau copot ini adalah membuat pemakai tersebut tidak percaya diri saat membuka mulut karena gigi mereka si pemakai heroin ini tidak genap, dan pengguna heroin ini akan kesulitan dalam mengkonsumsi makanan, penangananan beda dengan penanganan gigi rontok saat kecelakaan.

3. Halitosis

Halitosis adalah istilah yang digunakan untuk menyebut atau menggambarkan ketidaknyamanan atau adanya bau yang kurang sedap dalam pernafasan karena penyakit dari deteksi gangguan kesehatan mulut. Halitosis juga dikenal dengan nama fetor ex ore atau fetor oris. Beberapa peneliti malaporkan bahwa senyawa volatile sulfur (VSC) seperti hidrogen sulfida, metil merkaptan dan dimetil sulfida merupakan gas gas yang berhubungan dengan halitosis.

ads

Peninggian konsentrasi sulfur di dalam rongga mulut diakibatkan oleh reaksi metabolik yang menhasilkan gas H2S dan NHZ dari pembusukan sisa sisa makanan yang tertinggal di sela sela gigi saat usai makan dan dibiarkan begitu saja tanpa ada penanganan atau melakukan pembersihan dengan cara menyikat gigi atau yang lainnya.

Dan jaringan nekrotik yang terbentuk dan suplai darah yang berkurang menyebabkan kadar 02 juga berkurang di daerah infeksi. Bau mulut dapat berbeda beda setiap harinya tergantung pada aliran saliva, sisa makanan, populasi bakteri di dalam mulut dan kondisi homonal fisiologis.

4. Candidiasis

Kandidiasis pada mulut merupakan infeksi jamur kandida yang diketahui dari ditemukannya plak plak (noda pada gigi) ataupun lapisan berwarna putih yang mudah dibersihkan yang didapati pada dinding bagian dalam mulut, langit langit, dan kerongkongan. Selain dari  pada itu, pada beberapa penderita sering mengalami retak retak dan nyeri pada kulit di sudut mulut (angular cheilitis).

Menempelkan mikroorganisme dalam jaringan sel pajamu menjadi syarat mutlak untuk berkembangnya infeksi. Secara umum diketahui bahwa interaksi antara mikroorganisme , adhesin dan reseptor. Setelah terjadi proses penempelan, C.

Albicans berpresentasi ke dalam sel epitel mukosa. Dalam hal ini enzim yang berperan adalah aminopeptidase dan asam asam fosfatase. Pada keadaan xerostomia, produksi saliva yang berkurang akan selalu diikuti perubahan dalam komposisi saliva, sehingga mengakibatkan penurunan kualitas saliva. Hal inilah yang kemudian menyebabkan fungsi fungsi saliva dalam mempertahankan kodisi yang konstan dalam rongga mulut menjadi tidak efektif.

Ketidak efektifan fungsi saliva mengakibatkan rongga mulut menjadi rentan sekali terkena berbagai macam infeksi, termasuk kandidiais. Diantaranya berbagai tipe kandidiais mulut, xerostomia lebih banyak berpengaruh dalam menimbulkan chronic atrophic candidiais.

5. Kalkulus

Kalkulus atau bisa disebut juga dengan tartar, yaitu suatu lapisan deposit (bahan keras yang melekat pada permukaan gigi) mineral yang berwarna kuning atau coklat pada gigi karena dental plak yang keras. Struktur permukaan kalkulus yang kasar memudahkan timbunan plak gigi.

Kalkulus melekat erat mengelilingi mahkota dan akar gigi, juga pada gigi tiruan dan restorasi gigi. Kalkulus terjadi karena pengendapan garam kalsium fosfat, kalsium karbonat, dan magnesium fosfat. Komposisi kalkulus dipengaruhi oleh lokasi kalkulus terdiri dari 80% masa anorganik, air, dan matriks organik (protein dan karbohidrat),

Sponsors Link

sel sel epitel deskuamsi, laukosit. Masa anorganik terutama terdiri dari fosfat, kalsium, dalam bentuk hidroksiapatite, brushite, dan fosfat oktakalsium. Selain itu, juga terdapat sejumlah kecil kalsium karboat, magnesium, fosfat, dan florida. Kandungan florida adalah beberapa lebih besar dari pada plak.

Demikian artikel yang dapat saya ulas kali ini mengenai penyebab pemakai heroin atau heroin dan lain sejenisnya rentan terkena penyakit gigi dan mulut, semoga anda dapat menggunakan obat obatan tersebut sesuai dengan fungsinya dan jangan menyalahgunakannya. Semoga artike ini dapat membantu dan bermanfaat bagi kita semua.

Sponsors Link
, , , , ,
Oleh :
Kategori : Masalah Gigi
Doctors Talk

Jangan pasang kawat gigi dulu, sebelum menyimak penjelasan Dokter gigi berikut ini