Sponsors Link

Sikat Gigi Terlalu Sering Bisa Berbahaya

Sponsors Link

Segala sesuatu yang berlebihan atau terlalu sering tentunya tidak baik, begitupun dengan sikat gigi terlalu sering. Menyikat gigi yang terlalu sering bukanlah menjadi jaminan gigi akan terlihat putih atau lebih bersih dan menjadi sehat. Sama seperti halnya segala sesuatu yang masuk ke dalam tubuh jika terlalu banyak akan berbahaya bagi tubuh. Sikat gigi terlalu sering juga akan merusak gigi anda. Dokter gigi mengatakan bahwa terlalu sering menyikat gigi ternyata juga punya efek buruk untuk gigi dan mulut. Menyikat gigi terlalu sering akan mengikis enamel atau email gigi. Enamel atau sering disebut sebagai email gigi merupakan lapisan yang ada pada bagian terluar pada gigi yang mempunyai warna putih. Warna tersebut yang bisa anda lihat pada umumnya.

ads

Bagian ini adalah bagian yang keras, bahkan enamel adalah bagian terkeras yang ada dalam tubuh manusia. Enamel ini berfungsi untuk melindungi gigi dari kerusakan dan juga melindungi saraf-saraf yang ada di dalamnya. Ketika enamel gigi terkikis dan makin tipis, maka perlindungan gigi akan semakin rendah. Saraf gigi pun akan semakin terekspos. Akibatnya, gigi jadi semakin sensitif. Saraf-saraf gigi sangat sensitif dengan suhu, jadi ketika makanan panas atau dingin menyentuh gigi sensitif, seketika Anda akan merasakan nyeri dan ngilu. Selain bisa meningkatkan proses pengikisan pada bagian enamel gigi, sikat gigi dengan intensitas yang tinggi bisa mengakibatkan proses pengikisan pada gusi dan juga bisa membuat bagian saraf gigi anda semakin sensitif.

Hal yang paling penting dalam menyikat gigi bukanlah seberapa sering ya tetapi bagaimana tekniknya. Menyikat gigi dengan teknik yang baik atau yang dianjurkan oleh dokter gigi akan memberikan hasil yang optimal. Selain itu, sikat gigi yang disarankan untuk digunakan adalah sikat gigi yang memiliki bulu halus dan lembut. Tentu saja hal ini bertujuan untuk mengurangi terjadinya gesekan yang terlalu keras. Karena gesekan tersebut bisa memicu terjadinya gigi berlubang dan juga bisa melukai gusi. Waktu yang paling tepat untuk menyikat gigi adalah pagi, siang dan malam hari sebelum tidur. Selain itu para ahli menyarankan hanya cukup 2 kali sehari saja dan tidak perlu setiap selesai habis makan. Namun yang pasti, menyikat gigi sebelum tidur adalah sesuatu yang harus selalu dilalukan agar sisa-sisa makanan yang menempel pada gigi tidak terbawa tidur. Berikut teknik menyikat gigi yang baik:

  • Genggamlah sikat gigi yang akan anda gunakan dengan sudut kepala pada sikat gigi 45º berlawanan dengan arah gusi anda.
  • Sikat dengan gerakan sapuan pendek-pendek dan memutar, mirip menyapu dalam lingkaran kecil, menjauhi garis gusi untuk seluruh permukaan gigi depan.
  • Teknik ini berfungsi agar bulu sikat dapat mengeluarkan plak yang bersembunyi di balik batas gusi.
  • Gunakan metode yang sama untuk membersihkan barisan gigi bagian samping kanan dan kiri, mulai dari atas kemudian bawah (ujung terdalam menuju terluar)
  • Sikat permukaan menggigit gigi dengan gerakan menyapu, dari ujung terdalam ke luar. Bersihkan bagian atas dalam, kemudian bawahnya. Untuk membersihkan sisi dalam barisan gigi depan, posisikan bulu sikat secara vertikal dan sikat dengan gerakan melingkar kecil dengan bagian ujung kepala sikat.
  • Terakhir, sikat lidah Anda untuk membantu mengikis plak yang menempel di permukaan lidah sekaligus menyegarkan napas. Menyikat gigi terlalu sering bukanlah hal yang tepat dilakukan. Lakukanlah sesuai saran para ahli yaitu 3 atau minimal 3 kali sehari. Selain itu juga rutin menu gigi ke dokter gigi juga menjadi hal yang perlu dilakukan untuk mendapatkan gigi yang sehat.

Demikian yang bisa penulis berikan pada pembahasan kali ini mengenai sikat gigi terlalu sering bisa berbahaya. Semoga bisa membantu dan membawa manfaat bagi anda semua.

Sponsors Link
, , , ,
Oleh :
Kategori : Kesehatan Gigi