Sponsors Link

Stres Penyebab Gigi Ompong, Benarkah Bisa Terjadi?

Sponsors Link

Berbagai aktivitas sehari seringkali membuat banyak orang mengalami stres baik karena keadaan krisis keuangan akhir bulan, proyek kantor, jadwal sidang skripsi, masalah percintaan, rumah tangga dan masih banyak lagi. Semua hal yang membuat stres tersebut akan menyebabkan tensi darah naik, kepala terasa pusing dan stres berat yang semakin lama dikatakan bisa membuat gigi menjadi ompong. Lalu, apakah benar demikian dan mengapa stres penyebab gigi ompong tersebut bisa terjadi?, temukan jawabannya dalam ulasan yang akan kami berikan berikut ini.

ads

Bagaimana Stres Menyebabkan Gigi Ompong?

Banyak orang yang tanpa sadar mengepalkan rahang secara kuat ketika sedang kesal karena dilanda stres berkepanjangan. Bahkan sebagian orang juga akan menggemeretakan gigi dalam waktu yang bersamaan yang biasa disebut dengan bruxism. Apabila hal ini terus dilakukan, maka bisa menyebabkan gigi geraham aus yang akhirnya akan melonggarkan gigi dari kantong gusi serta tulang pendukung yang juga akan ikut hancur.

Kebiasaan buruk menggemeretakkan gigi tidak hanya bisa menyebabkan gigi copot, namun semakin lama bisa menyebabkan rahang terkena sindrom TMJ yakni gangguan pada persendian temporomendibular di area rahang yang menimbulkan rasa sakit tak tertahankan dan bisa menjalar hingga ke area wajah serta telinga.

Akibat Stres Lainnya

Tidak hanya stres penyebab gigi ompong atau gigi tanggal di usia muda yang bisa terjadi, namun biasanya seseorang yang sedang stres akan melakukan kebiasaan buruk lainnya seperti merokok untuk melupakan stres tersebut sementara waktu. Stres berat juga membuat banyak orang lupa dengan jadwal makan atau bahkan membuat seseorang malas makan karena kehilangan nafsu makan. Merokok dan kekurangan nutrisi penting dari makanan merupakan dua faktor yang bisa memicu masalah gusi berdarah.

Sedangkan perubahan hormon di dalam tubuh juga berpengaruh pada peningkatan hormon stres bernama kortisol yang terlalu berlebihan. Meningkatkan hormon kortisol tersebut juga sudah lama dihubungkan dengan meningkatkan risiko gusi berdarah serta penyakit gusi lain seperti gingivitis.

Penyakit gusi atau periodontal merupakan penyebab masalah gigi copot nomor satu di dunia dan sudah banyak penelitian yang membuktikan jika penyakit gusi memang bisa dipicu karena stres. Ini bisa terjadi sebab stres juga akan melemahkan sistem imun yang membuat tubuh lebih rentang terhadap infeksi bakteri penyebab jenis jenis penyakit gigi dan gusi.

Ketika sedang mengalami stres berat, seseorang juga tidak terlalu memperhatikan kebersihan pribadi sebab mereka tidak memiliki semangat untuk melakukan aktivitas apapun sehingga bisa berdampak pada lalai menjaga kebersihan diri termasuk juga jarang menyikat gigi.

Penderita kemungkinan juga akan merasa malas periksa ke dokter gigi yang semakin lama bisa membuat bakteri penyebab penyakit semakin menumpuk dan menggerogoti gusi sehingga radang gusi pun terjadi. Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2009 membuktikan jika seseorang yang mengabaikan perawatan mulut selama sedang stres dan depresi juga kemungkinan besar akan mengalami masalah gigi copot. 

Sponsors Link

Meski begitu, bukan berarti semua orang yang sedang stres akan mengalami masalah gigi copot. Seperti yang dilansir dari Reader’s Digest, seorang dokter gigi asal New York mengatakan jika ketika seseorang memiliki tiga faktor masalah mulut yakni menggemeretakkan gigi, penyakit gusi seperti abses gusi dan juga tidak menjaga kebersihan gigi, maka bukan tidak mungkin stres berat bisa mengakibatkan gigi copot.

Meski begitu, efek buruk dari stres ini bisa dikatakan kasusnya jarang terjadi dan jika terjadi juga tidak dalam waktu satu malam saja yang dijelaskan oleh kepala departemen kesehatan gigi di North Shore University Hospital di New York. Ia mengatakan jika seseorang menggemeretakkan gigi karena stres ditambah dengan penyakit periodontal, maka bisa memicu masalah gigi copot meski sebenarnya stres bukanlah penyebab utama dari masalah gigi copot dan terlebih dahulu harus punya penyakit atau bakat masalah mulut, gigi dan gusi.

Sponsors Link
, , ,
Oleh :
Kategori : Masalah Gigi