Sponsors Link

Tahap Erupsi Gigi Permanen yang Wajib Diketahui

Sponsors Link

Gigi merupakan salah satu organ penting yang digunakan sehari – hari. Alangkah baiknya jika kita mempunyai pengetahuan yang cukup tentang gigi, mengingat fungsinya yang sangat dibutuhkan didalam kehidupan kita. Seiring berkembangnya tubuh manusia, maka gigi pun ikut bertumbuh.

ads

Pada umumnya gigi geligi mulai tumbuh dan berkembang pada usia 4 bulan sejak di dalam kandungan dan semua benihnya mulai berkembang pada usia 6 bulan di dalam kandungan. Setelah itu gigi sulung akan mulai erupsi pertama kali pada usia  6 – 8 bulan. Kemudian gigi sulung tersebut akan menjadi lengkap yaitu 20 buah pada saat usia 2 – 3 tahun. Manusia normal biasanya memiliki 20 gigi desidui dan 32 gigi permanen. Anda dapat menambah wawasan dengan membaca erupsi gigi desidui.

Pada kesempatan kali ini akan dibahas tentang tahap erupsi gigi permanen. Erupsi pada gigi menandakan adanya pertumbuhan dan perkembangan pada gigi. Sangatlah penting untuk kita memiliki pengetahuan tentang erupsi gigi normal. Hal ini agar kita dapat mengetahui cepat atau lambatnya erupsi yang terjadi pada gigi yang disebabkan oleh faktor genetik, lokal, atau sistemik.

Erupsi gigi adalah

Proses pergerakan gigi yang berkesinambungan, dimulai dari tempat pembentukan gigi di dalam tulang alveolar lalu gigi menembus gingival kemudian mencapai oklusal.

Terdapat dua fase penting pada proses erupsi gigi geligi, yaitu erupsi aktif dan erupsi pasif. Yang dimaksud dengan erupsi aktif yaitu pergerakan gigi yang didominasi oleh gerakan ke arah vertikal, sejak mahkota gigi bergerak dari tempat pembentukannya di dalam rahang sampai mencapai oklusi fungsional dalam rongga mulut. Yang dimaksud dengan erupsi pasif yaitu pergerakan gusi ke arah apeks, hal ini menyebabkan mahkota klinis bertambah panjang dan akar klinis bertambah pendek sebagai akibat adanya perubahan pada perlekatan epitel di daerah apical.

Ciri – ciri Gigi Permanen

  • Berjumlah 32 gigi yang terdiri dari 16 gigi pada mandibula (rahang bawah) dan 16 gigi pada maksila (rahang atas).
  • Gigi permanen mempunyai kemiripan dengan gigi sulung.
  • Gigi permanen mengalami penambahan gigi disamping kaninus juga gigi premolar dan gigi molar ke 3.
  • Gigi premolar digunakan untuk menghancurkan makanan.
  • Gigi molar digunakan untuk mengunyah makanan.

Tahap Erupsi Gigi Permanen

Tahap erupsi pada gigi permanen pada umumnya terjadi sesuai berjalannya usia. Ada beberapa tahap erupsi gigi permanen baik pada rahang bawah (mandibula) maupun rahang atas (maksila). Tahapan tersebut adalah:

ads

  • Pada Rahang Atas (Maksila)
  1. Nama gigi                       : Incisivus pertama
    Usia pertumbuhan       : 7 – 8 tahun
  1. Nama gigi                       : Incisivus kedua
    Usia pertumbuhan       : 8 – 9 tahun
  1. Nama gigi                       : Caninus
    Usia pertumbuhan       : 11 – 12 tahun
  1. Nama gigi                       : Premolar pertama
    Usia pertumbuhan       : 10 – 11 tahun
  1. Nama gigi                       : Premolar kedua
    Usia pertumbuhan       : 10 – 12 tahun
  1. Nama gigi                       : Molar pertama
    Usia pertumbuhan       : 6 – 7 tahun
  1. Nama gigi                       : Molar kedua
    Usia pertumbuhan       : 12 – 13 tahun
  2. Nama gigi                       : Molar ketiga
    Usia pertumbuhan       : 17 – 21 tahun
  • Pada Rahang Bawah (Mandibula)
  1. Nama gigi                       : Incisivus pertama
    Usia pertumbuhan       : 6 – 7 tahun
  1. Nama gigi                       : Incisivus kedua
    Usia pertumbuhan       : 7 – 8 tahun
  1. Nama gigi                       : Caninus
    Usia pertumbuhan       : 9 – 10 tahun
  1. Nama gigi                       : Premolar pertama
    Usia pertumbuhan       : 10 – 12 tahun
  1. Nama gigi                       : Premolar kedua
    Usia pertumbuhan       : 11 – 12 tahun
  1. Nama gigi                       : Molar pertama
    Usia pertumbuhan       : 6 – 7 tahun
  1. Nama gigi                       : Molar kedua
    Usia pertumbuhan       : 11 – 13 tahun
  1. Nama gigi                       : Molar ketiga
    Usia pertumbuhan       : 17 – 21 tahun
Sponsors Link

Biasanya gigi molar tetap pertama akan muncul pada usia sekitar 6 tahun, oleh sebab itu anak – anak pada usia 6 – 12 tahun mempunyai gigi geligi campuran antara gigi susu dan gigi tetap. Kemudian pada usia 12 tahun, mereka telah mempunyai semua gigi tetap kecuali pada gigi geraham bungsu (anda dapat membaca artikel terkait: gigi geraham dan fungsinya). Untuk gigi permanen yang pertama kali erupsi adalah gigi molar pertama, kondisi ini biasanya terjadi pada anak dengan usia 6 tahun yang sering disebut sebagai six year molar. Gigi ini merupakan gigi yang paling besar diantara gigi – gigi susu lainnya. (Anda juga dapat membaca artikel terkait tentang kelainan gigi susu).

Dikarenakan gigi pertama muncul pada usia 6 tahun, maka akan lebih baik bila gigi susu tanggal ketika gigi tetap mulai terlihat. Hal ini disebabkan karena gigi susu akan menjadi penuntun erupsi untuk gigi tetap. Jika gigi susu tanggal sebelum gigi tetap muncul atau terjadi ompong, maka gigi geligi yang berada disebelahnya akan menempati tempat yang kosong. Kondisi ini akan menyebabkan gigi tetap tumbuh tidak pada tempanya atau berantakan. Apakah bahaya jika gigi tumbuh berantakan? Anda dapat membaca artikel terkait tentang bahaya gigi berantakan, penyebab gigi berantakan dan bahaya gigi ompong.

Umumnya terjadi erupsi gigi permanen yaitu antara usia 5 sampai 13 tahun. Terdapat pengecualian yaitu pada gigi permanen molar tiga, erupsinya terjadi antara usia 17 – 21 tahun dan seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan pubertas.

Sponsors Link

Faktor yang Mempengaruhi Erupsi Gigi Permanen

Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi erupsi pada gigi permanen karena peristiwa tertentu atau pengaruh sistematis, antara lain adalah:

  • Gigi susu tanggal terlalu cepat, mengakibatkan gigi permanen kehilangan tempat.
  • Pada gigi molar tiga mandibula dan gigi caninus maksila biasanya di temukan posisi abnormal.
  • Retensi pada gigi susu yang disebabkan gigi susu yang mengalami ankilosis.
  • Gigi yang berjejal, kondisi ini dapat menyebabkan keterlambatan erupsi. Sering terjadi pada gigi molar tiga mandibula.
  • Gigi yang tumbuh berlebihan dan mengambil tempat gigi normal.
  • Terjadi infeksi periapeks yang menyebabkan resorbsi pada akar gigi sulung.
  • Terdapat kista dentigerous yang mengakibatkan pergeseran dan menghambat gigi untuk erupsi.

Tahap erupsi gigi permanen, ciri – ciri, dan beberapa faktor yang mempengaruhinya yang telah kita bahas diatas, semoga bermanfaat. Selain itu semoga dapat menambah pengetahuan para pembaca tentang erupsi gigi normal. Demikianlah artikel singkat ini, nantikan artikel – artiken informatif lainnya dari Halogigi.com. Tetaplah menjaga kebersihan dan kesehatan gigi dan mulut anda.

Sponsors Link
, ,
Oleh :
Kategori : Masalah Gigi